Kediri (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kediri bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat mengadakan bimbingan teknis Juru Sembelih Halal (Juleha) di Masjid Agung An-Nur Pare. Bimtek ini dalam rangka mempersiapkan juru sembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2024.
Ketua Bidang Divisi Pertanian, Peternakan dan Pangan HIPMI Kabupaten Kediri Jeni Saputro mengatakan, selain mengikuti syariat Islam, bimtek ini untuk menindaklanjuti aturan pengawasan sertifikasi halal yang akan diterapkan, mulai 17 Oktober 2024.
“Jadi untuk dari kesehatan hewan itu kita sudah punya beberapa personil. Tentunya dari dokter hewan yang ada di anggota ini,” ucap Jeni Saputro.
Bimtek Juleha ini diikuti sebanyak 150 peserta. Mereka berasal dari takmir masjid, juleha yang ada pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Kediri hingga penyuluh agama.
Ketua DPD Juleha Indonesia Kediri Raya Rismi Haitami Azizi mengatakan, penyembelihan hewan kurban harus memenuhi syariat Islam. Dimana, ada beberapa mekanisme yang harus dipenuhi diantaranya tiga sauran di leher hewan kurban yang harus putus.
“Sebenarnya, poin yang paling inti itu adalah bukan bagaimana cara kita menyembelih secara halal, tapi bagaimana untuk higienisnya daging,” imbuh Gus Rizmi.
Maka dari itu, imbuh mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri ini, tujuan pelatihan untuk memberikan tambahan ilmu terkait metode-metode penyembelihan hewan kurban. [n





