Gresik (beritajatim.com)– Aparat jajaran Satreskrim Polres Gresik masih menunggu hasil labfor terkait kematian pemuda di Desa Wotan, Kecamatan Panceng. Sebelumnya, korban atas nama Sobikhul Alim ditemukan tak bernyawa ditengah sawah. Dari hasil olah TKP korban meninggal karena mengalami keracunan. Namun, aparat penegak hukum itu juga menunggu hasil uji labfor Polda Jatim yang dilibatkan dalam membongkar kasus ini.
Nantinya tim labfor tersebut, meneliti tentang kandungan zat pada organ dalam pada tubuh korban. “Kami masih menunggu hasilnya. Namun, kesimpulan sementara korban mengalami Asfiksia atau masalah sistem pernapasan akibat kekurangan oksigen,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andhika Komang Prabu, Jumat (29/03/2024).
Perwira pertama Polri itu menjelaskan, penyebab meninggalnya pemuda itu karena kesulitan bernafas akibat racun dalam tubuh korban. Sayangnya, Alumnus Akpol 2021 itu belum bisa memastikan hal tersebut.
“Jenis racunnya kami belum bisa pastikan. Demikian halnya apakah korban mengkonsumsi sendiri atau dipaksa oleh orang lain,” paparnya.
Ia menambahkan, dari hasil otopsi yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Andhika Komang juga belum bisa memastikan kematian Sobikhul berkaitan dengan aksi perampokan yang merenggut nyawa Wardatun Toyibah pada 16 Maret lalu.
“Malam hari sebelum ditemukan meninggal, kami memang meminta keterangan saksi atas kasus perampokan. Untuk menambahkan informasi tentang penyidikan yang tengah dilakukan,” imbuhnya.
Sayangnya, keterangan yang disampaikan kurang membantu untuk mengungkap aktor dibalik rentetan peristiwa berdarah tersebut. Andhika mangaku terus berupaya melakukan pendalaman. Pihaknya pun telah memeriksa puluhan saksi untuk membantu mengungkap peristiwa tersebut.
“Minimnya bukti, maka banyak pihak yang kami mintai keterangan. Namun, untuk saksi kunci hanya sekitar 10 orang,” ujar Andhika.
Sebelumnya, warga Desa Wotan Kecamatan Panceng, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda bernama Sobikhul Alim. Pria asal Desa Imaan Kecamatan Dukun itu, ditemukan meninggal dunia di gubuk tengah sawah.
Tim Inavis Polres Gresik telah menyelesaikan proses otopsi pada jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad luarnya.
Meski demikian, Satreskrim Polres Gresik berupaya membongkar kasus ini. Dengan cara mengambil sample pada jasad korban untuk diuji pada laboratorium forensik Polda Jatim. Yakni pada sampel darah, kuku, dan lambung. [dny/aje]






