Ponorogo (beritajatim.com) – BPBD Ponorogo mengimbau warga untuk beraktivitas seperlunya saja, saat di luar rumah saat siang hari. Sebab, saat ini Ponorogo menghadapi kemarau panjang, dengan suhu udara yang tinggi. Keadaan seperti ini, masih akan berpotensi terjadi pada beberapa minggu ke depan.
“Kita minta warga beraktivitas seperlunya saja di luar rumah saat siang hari,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun, Senin (09/10/2023).
Prediksi suhu panas tinggi di siang hari masih terjadi ini, didasarkan pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang juga mengindikasikan bahwa hujan lokal di Ponorogo mungkin baru turun sekitar pertengahan November. Bahkan perkiraan itu juga bisa berpotensi molor akibat keadaan cuaca yang terkait dengan fenomena El Nino.
“Kemarau tahun ini lumayan panjang,” katanya.
Masun menceritakan bahwa BMKG telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) perkiraan musim hujan bersama kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada beberapa waktu yang lalu. Meskipun secara umum, awal musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan November nanti. Namun kondisinya berbeda di setiap wilayah.
“Hanya beberapa daerah yang diprediksi akan mulai hujan pada November mendatang,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian itu.
BACA JUGA:
Sejumlah Wilayah Jawa Timur Akan Mengalami Hari Tanpa Bayangan, Ini Jadwalnya
Dia juga mengungkapkan bahwa kemarau kali ini telah melebihi perkiraan sebelumnya yang menunjukkan berakhirnya pada Oktober ini. Hujan diperkirakan akan turun lebih lebat diperkirakan pada bulan Desember, dengan puncaknya pada bulan Februari mendatang.
“Nantinya, hujan yang lebih lebat diperkirakan akan turun pada bulan Desember dengan puncaknya pada bulan Februari,” pungkasnya. [end/but]






