Banyuwangi (beritajatim.com) – Keluarga mayat bertato meminta agar polisi mengungkap kematian korban. Karena pihak keluarga menilai, korban meninggal dalam kondisi tidak wajar.
“Kami minta agar polisi melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban. Karena selama ini korban tidak pernah memiliki masalah,” kata Khasan, kakak ipar korban, Sabtu (8/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”mayat”]
Sesuai permintaan keluarga, usai identitasnya terungkap jasad korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk penyelidikan. Proses autopsi rencananya akan dilakukan hari ini. “Korban pamit pada Jumat pagi, mau ke rumah temannya menggunakan motor,” terangnya.
Hingga kini, kasus ini tengah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi. Sebelumnya, mayat pria bertato ditemukan di bantaran sungai Pandan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Jumat (7/1/2022) sore. Diketahui, mayat tersebut beridentitas atas nama Hendrik Irwanto (55) warga Kecamatan Srono.
Saat ditemukan, dalam tubuh korban terdapat ciri-ciri memiliki tato burung di bagian dada kanan. Luka di bagian kepala, dan telanjang. [rin/suf]






