Mojokerto (beritajatim.com) – Pertunjukan wayang kulit digelar di halaman Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto, Kamis (11/5/2023). Pertunjukan wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-200 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong dan HUT YM Makco Thian Shang Sheng Mu ke-1063.
Pertunjukan wayang kulit lakon Wahyu Sandang Pangan dengan dalang Ki Suwoto asal Dusun Sasap, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan kegiatan pembuka HUT ke-200 TITD Hok Sian Kiong dan HUT YM Makco Thian Shang Sheng Mu ke-1063. Diharapkan rangkaian kegiatan hingga Minggu (14/5/2023) tersebut dapat mendongkrak perekonomian masyarakat pasca pandemi.
Ketua Yayasan TITD Hok Sian Kiong, Fendi Harianto (Ho Gofang) mengatakan, HUT ke-200 TITD Hok Sian Kiong dan HUT YM Makco Thian Shang Sheng Mu ke-1063 tersebut digelar dengan sejumlah kegiatan. “Rangkaian kegiatan dimulai tanggal 11 Mei, wayang kulit semalam suntuk dan sembayangan kepada Makco (YM Makco Thian Shang Sheng Mu),” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada, Jumat (12/5/2023), yakni bakti sosial (baksos). Sabtu (13/5/2023), kelenteng yang berdiri tahun 1823 tersebut, mengelar panggung hiburan dan lelang kalung YM Makco Thian Shang Sheng Mu dan rangkaian kegiatan ditutup pada, Minggu (14/5/2023) yakni Kirab Ritual dan Budaya keliling Kota Mojokerto yang diikuti 50 kelenteng.
Fendi menjelaskan, jika persiapan rangkaian kegiatan tersebut hanya tiga bulan. Harapannya dengan menampilkan kebudayaan untuk persatuan dan kesatuan dalam rangka HUT ke-200 TITD Hok Sian Kiong dan HUT YM Makco Thian Shang Sheng Mu ke-1063 tersebut demi kebaikan bersama dan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Mojokerto pasca pandemi.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/vihara-budhayana-dan-paguyuban-sosial-marga-tionghoa-di-mojokerto-buka-dapur-umum/
“Karena di sini melibatkan banyak UMKM, hotel dan rumah makan yang sudah ramai sejak hari ini. Karena yang datang itu hampir 5.000 orang, pesertanya 2.500 orang tapi yang datang tidak hanya peserta saja. Jadi hotel-hotel penuh semua, sampai ada yang bermalam di Jombang, Kabupaten Mojokerto karena hotel di Kota Mojokerto penuh,” jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Fendi, sejumlah restoran dan UMKM di Kota Mojokerto juga bergeliat karena banyak masyarakat dan peserta yang datang. Sehingga dengan rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut diharapkan bisa membangkitkan perekonomian khususnya di Kota Mojokerto pasca pandemi Covid-19.
“Harapan kami, melalui event Kirab Ritual dan Budaya ini bisa menggerakkan roda perekonomian, utamanya untuk wilayah Kota Mojokerto. UMKM, restoran, hotel dan lainnya,” harapnya. [tin/but]
![Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Rayakan 200 Tahun Kelenteng Hok Sian Kiong di Jalan PB Sudirman Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230512-WA0013_M3THb4KH0C-1024x576.jpeg)
![Kelenteng Hok Sian Kiong di Jalan PB Sudirman Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230512-WA0012_sQpAgvu164.jpeg)





