Ringkasan Berita:
- BMKG Maritim Tanjung Perak menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Bangkalan.
- Nelayan diperkenalkan teknologi prediksi cuaca dan informasi potensi lokasi ikan melalui platform digital BMKG.
- BMKG menghadirkan layanan INA-WIS untuk cuaca laut dan SIGANTURE untuk informasi cuaca daratan.
- DPR RI dan Pemkab Bangkalan berharap pelatihan berlanjut dengan pendampingan serta dukungan peralatan bagi nelayan.
Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak kembali menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang diikuti puluhan nelayan dari Desa Lajing dan Desa Bancaran tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam memanfaatkan informasi cuaca dan teknologi digital untuk mendukung aktivitas melaut yang lebih aman, efektif, dan produktif.
Melalui program tersebut, BMKG terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi di kalangan nelayan agar mampu membaca kondisi cuaca, tinggi gelombang, hingga menentukan potensi lokasi penangkapan ikan sebelum melaut.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V, Cahyo Nugroho, mengatakan BMKG terus mengembangkan berbagai layanan informasi cuaca agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya nelayan yang bergantung pada kondisi cuaca saat beraktivitas di laut.
“Untuk info cuaca laut ada INA-WIS BMKG, untuk penerbangan ada INA-SIAM BMKG,” kata Cahyo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Cahyo, selain menyediakan informasi prakiraan cuaca dan gelombang laut, BMKG kini juga menghadirkan informasi yang dapat membantu nelayan mengetahui potensi lokasi ikan melalui platform digital. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional nelayan saat mencari daerah penangkapan ikan.
BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca untuk wilayah daratan yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk sektor transportasi darat maupun berbagai aktivitas lainnya.
“Untuk cuaca di darat, baik untuk transportasi darat maupun cuaca daratan pada umumnya, bisa diakses melalui SIGANTURE BMKG. Semuanya sangat mudah diakses, tinggal diketik di Google sesuai dengan nama produk yang disampaikan tersebut,” ujarnya.
Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Bangkalan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting agar nelayan tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman saat melaut, tetapi juga didukung data cuaca dan informasi potensi lokasi ikan.
“Jika sebelumnya nelayan mencari ikan, sekarang berubah menjadi menangkap ikan. Karena dari sekolah ini nelayan akan diberikan ilmu untuk mengetahui titik lokasi ikan yang banyak dan info cuaca melalui aplikasi yang disediakan BMKG. Sehingga ini sangat bermanfaat bagi para nelayan,” paparnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan tahunan semata. Pendampingan serta dukungan peralatan dinilai penting agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas melaut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto Hari Purnomo, mengatakan keberlanjutan program akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan nelayan.
“Saya berharap keberlanjutan kegiatan ini dapat diimbangi dengan dukungan perangkat dan pendampingan bagi para nelayan. Semoga kegiatan ini terus dilakukan di Kabupaten Bangkalan karena sangat penting dan berguna bagi masyarakat,” ujarnya. [asg/beq]






