Ringkasan Berita
Dugaan keracunan MBG di Kediri menyebabkan 201 siswa SMP Negeri 1 Kras dan MI Al Barokah mengalami mual, diare, sakit perut, dan pusing.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan penghentian sementara layanan sesuai SOP jika diperlukan.
Sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan Puskesmas sebelum menyimpulkan penyebab keluhan para siswa.
Kediri (beritajatim.com) – Dugaan keracunan MBG di Kediri menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sedikitnya 201 siswa dari SMP Negeri 1 Kras dan MI Al Barokah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (23/7/2026).
Keluhan yang dialami para siswa beragam, mulai dari mual, sakit perut, diare, hingga pusing. Hingga Senin (27/7/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, mengatakan pihak sekolah belum dapat menyimpulkan penyebab keluhan yang dialami para siswa karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas.
“Yang jelas kami masih menunggu pemeriksaan dari Puskesmas nanti hasilnya seperti apa lah itu yang mungkin akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Menurut Soedjito, pascakejadian tersebut banyak siswa memilih tidak mengambil makanan Program MBG karena masih merasa trauma. Meski demikian, sebagian siswa lainnya tetap mengonsumsi menu yang disediakan.
Ia menjelaskan, pada Kamis siang sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan pusing hingga meminta izin pulang. Jumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit kemudian bertambah pada Jumat.
“Kami masih menunggu dari pemeriksaan Puskesmas. Apalagi kan ini tadi ada yang bilang baru hari ini, baru kemarin Jumat apa, Minggu kan. Ada kemungkinan kan bukan bisa dari tempat lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengatakan laporan mengenai dugaan keracunan MBG di Kediri baru diterima pada siang hari. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan.
“Kami mendapatkan info itu baru siang tadi. Makanya saya memerintahkan tim untuk turun ke lapangan untuk menelusuri kasusnya. Untuk info detail tentu masih di lapangan, belum menyusun laporan. Tapi info sementara itu, habis makan MBG hari Kamis,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara, gejala mual dan pusing mulai dirasakan sejumlah siswa pada sore hingga malam hari setelah menyantap menu MBG. Pada hari berikutnya, jumlah laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah.
Data sementara mencatat terdapat 201 siswa yang diduga terdampak. Selain siswa SMP Negeri 1 Kras, dugaan kasus serupa juga dilaporkan terjadi di MI Al Barokah.
“Karena siang tadi baru kami dapat laporan. Sementara sih ada SMP Negeri 1 Kras sama MI Barokah,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri saat ini masih melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami keluhan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani penyediaan makanan MBG juga dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita akan nanti melakukan sesuai dengan SOP yang ada. Apakah dilakukan sesuai atau lain, nanti kita. SOP-nya begitu, kalau ada kejadian kita minta (SPPG) untuk berhenti sementara,” pungkas Ahmad Khotib.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari tim kesehatan. Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan investigasi dilakukan sesuai standar operasional untuk mengetahui sumber penyebab sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. [nm/aje]






