Ponorogo (beritajatim.com) – Pengurus Besar Ju Jitsu Indonesia (PBJI) Cabang Ponorogo menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Ju Jitsu tingkat Kabupaten Ponorogo. Kegiatan itu, sebagai langkah awal seleksi atlet, untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2025 nanti.
Ajang ini, juga sebagai upaya untuk mempertahankan tahta sebagai “Raja Ju Jitsu” Jawa Timur, dengan target meraih kembali 11 medali seperti pada Porprov sebelumnya. Lewat kejurkab ini, nantinya akan lahir atlet-atlet berbakat yang akan berkiprah di Porprov nanti.
Sebanyak 135 jujitsan (nama atlet Ju Jitsu) dari berbagai usia ikut serta dalam kejuaraan ini, dengan semangat dan antusiasme tinggi. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaik, dengan harapan bisa mewakili Ponorogo di ajang Porprov mendatang.
“Prestasi di Porprov sebelumnya, menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka,” ungkap Ketua Umum PBJI Cabang Ponorogo, Muryanto, Selasa (23/07/2024).
Muryanto menceritakan bahwa ada dua atlet Ju Jitsu Ponorogo, bahkan telah terpilih untuk mewakili Provinsi Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan. Dengan upaya seleksi dan pembinaan yang intensif, PBJI Ponorogo berharap dapat mempertahankan gelar juara umum di Porprov 2025. Selain itu juga bisa turut untuk mengharumkan nama Ponorogo di kancah olahraga Ju Jitsu.
“Kita berkomitmen untuk mengharumkan nama Ponorogo lewat atlet-atlet Ju Jitsu yang berprestasi,” pungkasnya.
Setidaknya ada tiga kelas yang dipertandingkan dalam kejurkab ini, yaitu Fighting System, Show System, dan Newaza. Para peserta yang berusia di bawah 23 tahun, berkompetisi dengan penuh semangat untuk menjadi yang terbaik di masing-masing kelas.
“Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk menunjukkan kemampuan dan semangat juang,” kata salah satu atlet Ju Jitsu Ponorogo, Gaida Sintia Putri. [end/beq]






