Mojokerto (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu-lintas terjadi di Jalan Raya Simpang Empat Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/7/2022). Seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian setelah terseret 20 meter usai ditabrak pengendara sepeda.
Kecelakaan dengan korban tewas tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol S 3625 NAX berjalan dari arah utara ke selatan. Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga korban yang tidak membawa identitas ini akan belok ke barat.
Dari arah belakang, ada sepeda motor Suzuki Satria F nopol S 2420 FR yang kendarai Wilda Ariyanto (19) warga Dusun Karangnongko, Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Diduga karena kecepatan tinggi, pengendara Suzuki Satria menabrak korban dari arah belakang.
Tubuh korban terseret sejauh 20 meter setelah terjatuh dari atas sepeda motor yang dikendaraainya. Korban tewas di lokasi kejadian. Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto ke lokasi kejadian.
Dari olah TKP, tidak ditemukan identitas korban. Korban meninggal dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, sementara pengendara sepeda motor Suzuki Satria yang mengalami luka berat dibawa ke RSI Sakinah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Kecelakaan lalu-lintas dengan korban tewas tersebut ditangani Unit Laka Satlantas Polres Mojokarto. Kedua sepda motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan petugas Satlantas Polres Mojokarto untuk diproses lebih lanjut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-mojokerto”]
Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bencana, PMI Kabupaten Mojokerto Didik Soedarsono mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat jika terjadi kecelakaan lalu-lintas di Jalan Raya Simpang Empat Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto,
“Yakni antara sesama pengendara sepeda motor dari arah yang sama. Keduanya dari utara ke selatan, pengendara Satria melaju dengan kecepatan tinggi, korban diduga hendak belok ke kanan tapi ditabrak dari arah belakang sampai terseret sekitar 20 meter dari titik awal jatuh,” ungkapnya.
Diduga jarak yang sudah dekat sehingga kecelakaan pun tak bisa dihindari. Akibat insiden tersebut, korban tewas seketika di lokasi. Sedangkan pengendara Satria mengalami luka berat. Didik menjelaskan, petugas kesulitan mengidentifikasi korban tewas lantaran tidak membawa identitas.
“Kami berupaya untuk mencari tahu identitas korban dengan menginformasikan ke grup whatsapp (WA). Dan akhirnya korban tewas berhasil diketahui identitasnya setelah pihak keluarga datang ke RSU, korban atas nama Lendra warga Tambaosoro, Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri,” jelasnya. [tin/but]






