Gresik (beritajatim.com)- Gairah olahraga kembali membara di Kabupaten Gresik. Sebanyak ratusan atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam Bhajay Cup 2026, turnamen yang digelar Korem 084/Bhaskara Jaya bersama KONI Kabupaten Gresik.
Kejuaraan yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026 itu mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni pencak silat, sepak takraw, dan bola basket. Seluruh pertandingan digelar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) serta Lapangan Semen Kabupaten Gresik.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama. Total terdapat 155 atlet pencak silat, 88 tim sepak takraw, dan 10 tim bola basket yang bersaing memperebutkan piala, medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.
Wabup Gresik dr Asluchul Alif, menilai Bhajay Cup bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi ruang penting untuk mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda.
Ia juga mengapresiasi peran Korem 084/Bhaskara Jaya yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembinaan masyarakat.
“Saya mengapresiasi Korem 084/Bhaskara Jaya yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan pertahanan, tetapi juga aktif membina masyarakat melalui olahraga yang mampu menyatukan berbagai elemen bangsa,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Asluchul mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan memang penting, namun sikap saling menghormati dan persaudaraan memiliki nilai yang jauh lebih besar.
“Kemenangan memang membanggakan, tetapi persaudaraan dan karakter yang baik merupakan prestasi yang jauh lebih bernilai,” imbuhnya.
Sementara itu, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, menjelaskan bahwa Bhajay Cup 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke 60 Korem 084/Bhaskara Jaya.
Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru yang siap bersaing di level lebih tinggi.
“Melalui Bhajay Cup 2026, kami ingin menegaskan bahwa olahraga merupakan perekat persatuan, media pembinaan karakter, sekaligus sarana memperkokoh persaudaraan lintas suku, agama, profesi, dan generasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kehadiran TNI tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, termasuk pembinaan olahraga dan generasi muda.
Seluruh rangkaian pertandingan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Gresik tahun ini. [dny/aje]






