Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan maut yang merenggut lima nyawa di Tol Pasuruan-Probolinggo (Tol Paspro) KM 814, Grati, pada Senin (21/10/2024) dini hari, terus menjadi perhatian publik. Hasil penyelidikan sementara dari Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim mengungkap adanya dugaan tabrakan beruntun sebelum kendaraan Elf menabrak pembatas jalan.
Berdasarkan rekaman CCTV, mobil Elf tertangkap kamera melintas di gerbang tol Gending, Probolinggo, pada pukul 23.58 WIB dan kembali terpantau di jembatan kilometer 815 pada pukul 00.26 WIB. Dengan perhitungan jarak tempuh, kecepatan kendaraan masih dalam batas normal.
“Namun, kerusakan parah pada bagian depan mobil Elf mengindikasikan adanya benturan keras sebelum menabrak pembatas jalan,” ungkap Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin.
Petugas menemukan beberapa bukti di TKP yang menguatkan dugaan adanya kendaraan lain yang terlibat, seperti pecahan lampu belakang yang diduga berasal dari truk besar. “Kami sedang mencari keberadaan truk tersebut,” tambah Komarudin.
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena sopir Elf tidak mampu mengendalikan kendaraannya setelah terjadi benturan dengan kendaraan lain. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kecelakaan maut ini.
“Kematian sang sopir menjadi kendala dalam penyelidikan. Saat ini, kami fokus pada pemeriksaan lebih mendalam terhadap kendaraan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” jelasnya.
Sementara itu, kelima jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Korban luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD Grati. [ada/beq]






