Ringkasan Berita:
- Kecelakaan tunggal di jalur lingkar Telaga Ngebel, Ponorogo, menewaskan satu remaja asal Madiun.
- Motor menabrak pohon setelah diduga kehilangan kendali di tikungan jalur wisata.
- Satu korban terpental ke telaga dan meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat dengan luka-luka.
- Dugaan sementara kecelakaan dipicu kelalaian pengendara dan pengaruh alkohol.
Ponorogo (beritajatim.com) – Kecelakaan maut di jalur lingkar Telaga Ngebel, Ponorogo, menewaskan seorang remaja asal Kabupaten Madiun setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak pohon dan membuat korban terpental ke dalam telaga, Jumat petang (24/4/2026).
Peristiwa terjadi di kawasan Bombong, Dukuh Nglingi, Desa/Kecamatan Ngebel, saat sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AE 3036 IT melaju dari arah timur ke barat. Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali saat melintasi tikungan jalur wisata sebelum akhirnya menghantam pohon tabebuya di tepi jalan.
Benturan keras menyebabkan dua remaja yang berboncengan terpental ke arah berbeda. Pengendara berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke daratan meski mengalami luka-luka, sedangkan penumpang terlempar ke dalam Telaga Ngebel dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Nasril Aufi (18), warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Sementara pengendara, Riyan Krisna (18), warga Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, selamat dan sempat mendapat penanganan medis karena luka serta kondisi tidak stabil.
Petugas Polsek Ngebel bersama warga setempat segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas Ngebel untuk penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan kondisi medis.
Petugas jaga UGD Puskesmas Ngebel, Sulistyowati, mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari warga terkait insiden tersebut. Saat korban tiba di fasilitas kesehatan, satu korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
” Ya dapat laporan dari warga ada laka air. Yang satu meninggal dunia, sedangkan temannya luka-luka dalam keadaan linglung, tercium bau alkohol,” kata Sulistyowati, ditulis Sabtu (25/4/2026).
Kesaksian warga sekitar turut menguatkan dugaan adanya pengaruh alkohol. Nurul Huda, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, menyebut sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak pohon.
“Ada orang mabuk naik motor Vario dari arah barat, dari Madiun menuju Ngebel, Ponorogo. Tiba-tiba nabrak pohon. Yang satu masuk telaga meninggal dunia, sedangkan satunya tidak sampai masuk telaga namun luka-luka,” ungkapnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengendara, termasuk kemungkinan berkendara di bawah pengaruh alkohol di jalur wisata tersebut. [end/beq]






