Surabaya (beritajatim.com)- Teh dikenal sebagai salah satu minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Minuman ini kaya senyawa bioaktif seperti polifenol, katekin, flavonoid, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan alami.
Berbagai penelitian menunjukkan zat-zat tersebut berkaitan dengan perlindungan sel tubuh, pengurangan peradangan, hingga dukungan kesehatan jantung.
Namun, manfaat tersebut tidak selalu didapat secara optimal. Cara penyeduhan yang kurang tepat dapat memengaruhi kandungan zat aktif dalam secangkir
teh.
Suhu Air Menentukan Kualitas Seduhan
Kesalahan yang sering terjadi adalah menyeduh semua jenis teh dengan air mendidih. Untuk teh hijau, suhu terlalu tinggi justru dapat merusak cita rasa sekaligus menurunkan stabilitas senyawa penting seperti katekin.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suhu panas sedang membantu mengekstraksi antioksidan secara optimal tanpa membuat rasa menjadi terlalu pahit.
Teh hijau umumnya diseduh dengan air panas di bawah titik didih, sementara jenis teh lain dapat menggunakan suhu yang lebih tinggi sesuai karakter
daunnya.
Waktu Seduh Tidak Perlu Terlalu Lama
Ada anggapan bahwa semakin lama teh diseduh, semakin besar manfaatnya.
Faktanya, sebagian besar senyawa aktif sudah larut dalam beberapa menit pertama penyeduhan.
Membiarkan teh terlalu lama justru dapat meningkatkan pelepasan tanin yang membuat rasa menjadi pahit. Selain itu, penyeduhan yang terlalu lama berpotensi meningkatkan paparan zat tertentu yang secara alami terdapat pada daun teh dalam jumlah kecil.
Teh Celup dan Teh Tubruk Punya Karakter Berbeda
Baik teh celup maupun teh daun utuh memiliki kandungan antioksidan yang relative sebanding, tetapi cara pelepasan senyawanya berbeda.
Teh celup biasanya menggunakan partikel daun yang lebih kecil sehingga zat aktif lebih cepat larut. Sebaliknya, teh daun utuh cenderung dapat diseduh berulang kali tanpa kehilangan kualitas secara drastis.
Sebagian penelitian juga menyoroti pentingnya memperhatikan bahan kantong teh, karena beberapa jenis dapat melepaskan partikel sangat kecil saat diseduh dengan air panas.
Tambahan Bahan Bisa Memengaruhi Khasiat
Penambahan bahan tertentu pada teh juga memengaruhi komposisi nutrisinya. Perasan lemon, misalnya, dapat membantu menjaga kestabilan polifenol dalam seduhan. Madu juga kerap dikaitkan dengan peningkatan aktivitas antioksidan. Sementara itu, efek penambahan susu masih menjadi perdebatan ilmiah.
Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada perubahan berarti pada teh hitam, namun hasil berbeda dapat terjadi pada jenis teh lain.
Air dan Penyimpanan Juga Berpengaruh
Kualitas air yang digunakan ikut menentukan hasil akhir seduhan. Air yang telah disaring membantu meminimalkan paparan zat pengotor yang mungkin terdapat dalam air keran.
Selain itu, penyimpanan daun teh perlu diperhatikan. Paparan udara, cahaya, dan panas dapat menurunkan kandungan senyawa aktif secara bertahap.
Menyimpan teh dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering membantu menjaga kualitasnya lebih lama.
Manfaat teh tidak hanya bergantung pada jenisnya, tetapi juga cara penyajiannya.
Menggunakan suhu air yang sesuai, membatasi waktu seduh, serta menyimpan teh dengan benar dapat membantu mempertahankan kandungan antioksidan secara optimal.
Dengan teknik yang tepat, secangkir teh tidak hanya nikmat diminum, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih maksimal. [Meychel Salsabyla]






