Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasar tradisional di Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro terbakar. Kebakaran kios Pasar Jipo itu bukan kali pertama, sebelumnya juga terjadi hal yang sama pada 2011.
Pasar yang menjadi pusat perekonomian masyarakat setempat itu sempat mati, usai terbakar. Berjalannya waktu kios-kios pasar kemudian dibangun kembali. Kios yang mulai berdiri dengan rangka kayu dan beratap seng kembali terbakar.
Sedikitnya ada enam kios yang ludes beserta isinya saat peristiwa kebakaran pada Jumat (29/9/2023) sekitar pukul 14.30 WIB itu. Kebakaran pasar itu diduga sementara terjadi akibat dari pembakaran sampah yang menjalar ke bangunan.
BACA JUGA:
Gudang Pari Bojonegoro, Saksi Bisu Tragedi G30S/PKI 1965
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, operasi pemadaman kios pasar berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan mengerahkan dua unit truck pemadam dan satu unit water suplay.
Dari enam kios yang terbakar itu rata-rata bangunan berukuran 2,5 x 3 meter. Total kerugian dari pemilik kios ditaksir antara Rp25 juta sampai Rp50 juta.
BACA JUGA:
Kecelakaan Tunggal Bojonegoro, Mobil Tabrak Pohon, Ringsek
“Sementara kios yang berhasil diselamatkan sebanyak 21 kios beserta isinya,” ujarnya.
Untuk diketahui dalam operasi pemadaman itu mengerahkan sembilan personil dengan kendaraan sebanyak tiga unit fire truck dari Pos Baureno dan dibantu satu unit truck water suplay dari Pos Kedungadem. Pemadaman juga dibantu instansi terkait dan masyarakat setempat. [lus/beq]






