Situbondo, (beritajatim.com) – Kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Kampung Kojuk, RT 002 RW 003, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Rabu (1/04/2026). Dua unit rumah warga yang berdempetan rusak sedang akibat insiden tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian, kedua pemilik rumah, yakni Bapak Sutirjo dan Ibu Busani (akrab disapa Ibu Trik), sedang tidak berada di lokasi karena keduanya sedang bekerja di luar rumah.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa api diketahui pertama kali oleh tetangga korban.
“Tiba-tiba tetangga melihat percikan api yang langsung membesar setelah menyambar beberapa isi rumah. Warga sekitar pun langsung bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas Damkar Kecamatan Besuki,” ujar Puriyono, Kamis (2/4/2026).
Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pembasahan. Kurang lebih 30 menit kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama unsur terkait, kedua rumah yang terbakar memiliki ukuran yang sama, yaitu panjang 12 meter, lebar 5 meter, dengan ketinggian 2,5 meter. Keduanya merupakan bangunan semi permanen dengan dinding dari kayu dan kalsibot.
“Kerusakan yang ditimbulkan meliputi sebagian atap rumah, sebagian dinding, serta sejumlah isi rumah seperti tempat tidur, pakaian, dan beras. Kondisi kedua rumah ini masuk dalam kategori rusak sedang,” jelas Puriyono.
Total taksiran kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp7.000.000. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat, namun diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
“Untuk penyebab pasti, masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari kepolisian. Namun berdasarkan informasi awal, diduga akibat korsleting listrik,” tambahnya.
Pasca kebakaran, berbagai unsur turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan penanganan. Mereka yang hadir antara lain Camat Besuki beserta staf, anggota Koramil Besuki, anggota Polsek Besuki, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo, anggota Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Kepala Dusun setempat, Pemerintah Desa Blimbing, serta warga sekitar.
Puriyono menambahkan bahwa BPBD Situbondo saat ini masih dalam tahap jitupasna atau pengkajian kebutuhan pasca-bencana di lokasi.
“Kami melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak. Selanjutnya, kami akan menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya kepada para korban,” tutupnya. (awi/aje)






