Makkah (beritajatim.com) — KBIHU Ar-Raudhah YPM Darul Ulum Poncol Magetan memperkuat pembinaan spiritual jamaah melalui kajian pemantapan ibadah dan manasik haji yang digelar secara rutin selama pelaksanaan ibadah haji, di Hotel 116 Rabiyat Al Hijaz Hotel 1, Kota Makkah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026)
Dalam kajian yang diisi KH. Fahmi Amirullah Hadzik, jamaah diingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KH. Fahmi menyampaikan, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan rangkaian ibadah di Makkah, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air.
“Haji bukan hanya soal maqbul atau diterimanya amal ibadah selama di Tanah Suci, tetapi juga tentang kemabruran yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, ia juga menekankan pentingnya menaati aturan pemerintah dan arahan petugas haji selama pelaksanaan ibadah. Menurutnya, ketaatan menjadi bagian penting dalam menjaga kemaslahatan bersama di tengah jutaan jamaah yang berkumpul di Tanah Suci.
Ia mengutip firman Allah “Athi’ullaha wa athi’ur rasula wa ulil amri minkum” yang berarti taatilah Allah, Rasul, dan pemimpin di antara kalian.
Menurutnya, ujian ketundukan dalam ibadah haji tidak hanya terlihat saat menjalankan ritual, tetapi juga ketika jamaah mampu mematuhi aturan, jadwal, dan arahan yang telah ditetapkan.
Ketua KBIHU Ar-Raudhah, Gus Toev, mengatakan pihaknya menyiapkan agenda pembinaan rutin untuk memperkuat pemahaman fiqih haji sekaligus spiritualitas jamaah.
Ia menjelaskan, kajian ta’lim dijadwalkan setiap hari ba’da Maghrib dan diisi para kiai di hotel tempat jamaah calon haji menginap. Selain itu, penguatan fiqih haji dan spiritualitas juga digelar setiap tiga hari sekali pada pukul 09.00 waktu setempat.
“Kami ingin jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga menjaga ruh perjalanan hajinya agar tetap hidup,” katanya.
Menurut Gus Toev, tradisi pembinaan keilmuan selama berhaji merupakan bentuk meneladani para ulama terdahulu, termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang tetap menimba ilmu kepada para masyayikh saat berada di Tanah Suci.
Ia menambahkan, kajian yang digelar KBIHU Ar-Raudhah juga diikuti jamaah dari luar Kabupaten Magetan. Kehadiran jamaah lintas daerah tersebut disebut menjadi bagian dari penguatan kebersamaan dan pendampingan selama menjalankan ibadah haji.
“Kami berharap jamaah dapat menjalani ibadah dengan tenang dan kembali membawa haji yang maqbul serta mabrur sepanjang hayat,” pungkasnya. [fiq/but]






