Pasuruan (beritajatim.com) – Meski sudah dibuka kembali, para pelaku usaha di kawasan Gunung Bromo belum semua merasakan dampak positifnya. Hal itu karena jumlah pengunjung masih belum normal.
Adi Cakra, pengurus Paguyuban Jeep Brang Kulon, Tosari, menuturkan bahwa sebelumnya dalam sehari, dia dan penyewa jeep lainnya bisa mengantar jemput wisatawan hingga puluhan kali. Sebab ada ribuan wisatawan yang datang di kawasan Gunung Bromo.
“Hari pertama dibuka ini masih belum ramai, biasanya dalam sehari ada sekitar 1.000 wisatawan yang berdatangan. Tapi setidaknya sudah ada sekitar 50 mobil jeep di wilayah Tosari yang sudah beroperasi,” kata Adi, Selasa (19/9/2023).
Adi berharap dengan dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo ini bisa segera ramai lagi. Dikarenakan telah dua minggu lalu para pemilik mobil jeep tak beroperasi.
Senada dengan Adi, Ojin pelaku usaha kuliner dan penginapan juga terkena imbasnya. Dia berharap pihak pemerintah daerah turut hadir dalam meningkatkan wisatawan di kawasan Gunung Bromo.
BACA JUGA:
Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Kecamatan Tutur Pasuruan
Meski hanya dua minggu tutup, dampak perekonomian warga di kawasan Gunung Bromo sangat terasa. Apalagi pelaku jasa seperti dirinya yang hanya mengandalkan wisatawan yang berkunjung di kawasan Gunung Bromo.
“Seharusnya dalam hal ini pemerintah daerah juga ikut hadir terutama Dinas Pariwisata. Karena selama tutupnya kawasan Gunung Bromo ini usaha kami jadi sepi,” tegasnya. [ada/but]






