Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua warga Desa Dukohkidul Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia diduga keracunan makanan. Keduanya usai mengonsumsi belalang setan yang memiliki nama latin aularches miliaris hasil dari mencari di hutan.
Menanggapi itu, praktisi kesehatan di Kabupaten Bojonegoro dr Nila Maharani Sp PD mengatakan, bahwa belalang setan atau aularches miliaris, memiliki mekanisme pertahanan diri, salah satunya mengeluarkan toksin dari bagian dadanya.
“Toksin ini berwarna jernih, kental, pahit, berbau tidak sedap, dan sedikit basa. Toksin ini bisa menyebabkan reaksi alergi bagi siapa saja yang akan menangkapnya,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).
Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro itu menambahkan, reaksi alergi dari toksin itu berbeda-beda, mulai mual muntah, diare, nyeri perut, hingga yang berat seperti anafilaksis atau reaksi alergi yang berat dan berbahaya hingga mengancam jiwa.
Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh terpapar pemicu alergi dan sistem imun melepaskan zat-zat kimia yang memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Sedangkan toksin yang bersifat basa tersebut juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
“Sayangnya untuk jenis racun pada belalang ini masih sulit diketahui, sehingga tidak tahu pasti mekanisme penyebab kematian pada manusia yang memakan belalang tersebut,” imbuhnya.
Untuk itu, Dokter Nila mengimbau, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pinggir hutan agar tidak mengkonsumsi hewan-hewan liar yang belum diketahui keamanannya. “Saran, sebaiknya (masyarakat) tidak makan hewan-hewan liar yang belum diketahui aman atau tidak,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, dua korban yang diduga keracunan usai makan belalang setan yakni, Novan Hafid (25), warga Dusun Papringan, Desa Dukohkidul RT 014 RW 004, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dan Samian (52), warga Dusun Papringan, Desa Dukohkidul RT 016 RW 004, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, kedua korban bersama Moch Abdi Muizza dan Jaelani pada Sabtu (21/12/2024) siang sedang mencari belalang di hutan di pinggir desa setempat, yang diduga jenis belalang setan (aularches miliaris).
Selanjutnya belalang tersebut dimasak dan dimakan, namun diduga korban keracunan hingga akhirnya korban Novan Hafid meninggal dunia pada Sabtu (21/12/2024) malam. Kemudian disusul korban Samian yang meninggal dunia pada Rabu (25/12/2024) malam saat dalam perawatan di rumah sakit.
Sementara untuk dua orang rekannya, yaitu Jaelani dan Moch Abdi Muizza, selamat karena tidak ikut makan belalang. [lus/ian]






