Bojonegoro (beritajatim.com) – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Yayasan Al Abror dengan cara berbeda. Tak sekadar seremoni, lembaga pendidikan yang menaungi PAUD, RA, MI hingga MTs ini menggelar fashion show bertajuk “Semangat Kartini, Motivasi Diri untuk Meraih Prestasi” guna membentuk karakter serta meningkatkan rasa percaya diri siswa sejak dini.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan. Para siswa tampil di atas panggung mengenakan beragam busana, mulai dari pakaian tradisional hingga kreasi modern bernuansa budaya. Antusiasme penonton yang terdiri dari guru dan wali murid semakin memeriahkan suasana.
Ketua Yayasan Al Abror, Abrori, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, fashion show menjadi sarana untuk melatih mental anak agar berani tampil di depan umum.
“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian dan tidak merasa minder. Mereka harus percaya pada kemampuan diri dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki,” ungkap Abror, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, kepercayaan diri merupakan bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.
“Latihan seperti ini penting agar mereka terbiasa tampil. Ini bagian dari pendidikan karakter yang sama pentingnya dengan pembelajaran akademik,” imbuhnya.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dua juri dari kalangan profesional, yakni desainer asal Bojonegoro, Novita Rofiatul Adawiyah, serta makeup artist Nurul Siti Fatimah dari Tuban. Keduanya tidak hanya memberikan penilaian, tetapi juga berbagi masukan terkait teknik berjalan, ekspresi, hingga keserasian penampilan.
Novita menilai kegiatan ini mampu mendorong keberanian anak sejak usia dini. “Anak-anak terlihat percaya diri dan menikmati prosesnya. Ini sangat baik untuk perkembangan mental mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Nurul menekankan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada busana, tetapi juga cara peserta menampilkan diri di atas panggung. “Ekspresi, cara berjalan, dan pembawaan diri juga menjadi poin penting,” jelasnya.
Dalam ajang ini, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek seperti kepercayaan diri, ekspresi, kerapian, serta kemampuan tampil. Penilaian tersebut diharapkan dapat memacu siswa untuk terus mengasah potensi diri.
Selain menjadi wadah unjuk bakat, kegiatan ini juga mengenalkan dunia fashion secara sederhana kepada siswa. Lebih dari itu, mereka diajak memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan yang dapat ditampilkan secara positif.
Melalui semangat Kartini, Yayasan Al Abror berupaya menanamkan nilai keberanian, kemandirian, serta semangat untuk terus berkembang.
“Semangat Kartini adalah keberanian untuk maju dan mencoba hal baru. Nilai itulah yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” tutup Abrori.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Yayasan Al Abror dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat dan percaya diri untuk menghadapi masa depan. [lim/suf]






