Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) muncul lagi di Ponorogo. Diduga, penularan terjadi dari luar Ponorogo.
Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, pada Januari 2023 saja sudah ada 180 kasus PMK di Bumi Reog.
Penyakit yang selama tiga bulan terakhir tidak ada pelaporannya di Ponorogo itu muncul lagi ditengarai adanya lalu lintas ternak dari luar kota. Diduga sapi-sapi dari luar kota tersebut belum tervaksin.
“Beberapa ternak yang positif PMK, kita identifikasi masuk dari luar kota. Ada yang dari Wonogiri maupun Magetan. Ternak itu belum divaksin di tempat asalnya. Sehingga masuk ke sini membawa virus itu,” kata Kepala Dispertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun, Jumat (27/1/2023).
Koordinasi dengan lintas sektor sudah dilakukan Dispertahankan Kabupaten Ponorogo, sebagai langkah antisipasi maraknya lagi PMK di asal-usul kesenian Reog itu.
Setidaknya akan ada 4 langkah yang disepakati dan diambil oleh rapat lintas sektor tersebut. Yakni melakukan pengetatan bio security, disinfeksi pada pasar hewan dengan kontinu. Selain itu juga melakukan pengobatan pada ternak yang sakit dan melakukan penggencaran vaksinasi PMK
“Ada 4 hal yang disepakati oleh instansi terkait tentang adanya lagi PMK. Semua sektor akan saling bahu membahu menjalankan 4 hal tersebut, dan berlaku selama 6 bulan ke depan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
Terkait dengan penyekatan hewan dari luar daerah di tiap-tiap perbatasan, Masun mengaku pihaknya masih akan menunggu intruksi dari Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sebab, pengalaman penyekatan ternak di perbatasan beberapa waktu yang lalu, ternyata diprotes banyak pihak. Sebab, Masun mengeklaim bahwa daerah lain tidak menerapkan kebijakan serupa.
“Penyekatan lalu lintas ternak ini masih dilakukan kaji ulang. Apakah diperketat atau dilonggarkan. Selain itu, penyekatan di perbatasan juga menunggu intruksi dari bu Gubernur,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, setidaknya ada 180 kasus PMK baru di Kabupaten Ponorogo. Padahal sudah dalam tiga bulan terakhir, PMK tidak lagi dilaporkan di Dispertahankan Kabupaten Ponorogo.
Baru seminggu berjalan di bulan Januari lalu, ada laporan adanya sapu yang terkena PMK lagi. Hinggan laporan pertama ditemukan Desa Munggung dan akhirnya kini menyebar di 12 kecamatan di Ponorogo. [end/beq]






