Malang (beritajatim.com) – Wakil Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, dr Syaifullah Asmaragani mengungkapkan angka kematian akibat jantung cukup tinggi. Sempat menurun selama pandemi, kasus jantung kembali meningkat seiring landainya kasus Covid-19.
“Kasusnya tinggi, tetapi kemarin turun selama pandemi. Mereka takut datang ke rumah sakit, karena mungkin berpikiran akan tertular Covid-19,” kata Syaifullah, Sabtu (23/10/2021).
Merujuk data World Health Organization (WHO) lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sedangkan angka kematian di Indonesia akibat penyakit kardiovaskular ini, sudah mencapai 651.481 penduduk per tahun.
“Kasus jantung ini cukup banyak. Jantung ini masuk penyakit katastrofik. Itu penyakit yang paling banyak dan memiliki resiko kematian yang tinggi,” imbuh Syaifullah.
Saat ini RSSA memperkuat pelayanan pada Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) demi meminimalisir angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular meliputi jantung koroner, penyakit jantung katup, aritmia, artimita cepat yang membutuhkan ablasi, lambat yang membutuhkan pacu jantung, kelainan vaskular, dan penyakit jantung bawaan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit”]
“Yang diperkuat itu adalah seperti intervensi jantung koroner tanpa bedah dengan memasang balon atau ring dengan alat-alat yang canggih. Sehingga tekanannya bisa diukur sesuai dengan yang kami inginkan,” ucap Syaifullah.
Sementara Kepala IPJT RSSA, dr Budi Satrijo mengungkapkan instalasi jantung milik RSSA saat ini sudah dilengkapi alat medis yang bisa mendeteksi dan meminimalisir dampak dari penyakit jantung. Peningkatan layanan di IPJT RSSA Malang ini dapat menunjang berkembangnya pelayanan kardiologi intervensi dan program jejaring layanan kardiovaskular Nasional di Malang dan Jawa Timur.
“Ini ada alat seperti optical coherence tomography (OCT), intravscular ultrasound (IVUS), fractional flow reserve (FFR), rotablator, dan bridging therapy intra-aortic balloon pump (IABP). Gunanya agar mengetahui problemnya di sekitar jantung itu sendiri,” tandasnya. [luc/suf]






