Probolinggo (beritajatim.com) – Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang Kota Probolinggo. Video viral yang memperlihatkan seorang bocah dibanting oleh guru ngaji di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, ternyata hanya potongan dari aksi yang disebut jauh lebih brutal.
Ayah korban, Sulaiman, akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026), ia membeberkan bahwa peristiwa itu dipicu persoalan sepele yang belum tentu terbukti kebenarannya.
“Anak saya waktu itu cuma main sepeda dengan anak kiai, di dekat mobil yang terparkir. Lalu dituduh bikin mobil lecet. Padahal setir sepeda anak saya itu karet, saya sendiri tidak tahu lecet seperti apa yang dimaksud,” tegas Sulaiman.
Alih-alih mengonfirmasi kepada keluarga, pelaku yang merupakan guru ngaji justru bertindak di luar batas. Tanpa klarifikasi, emosi diluapkan kepada anak kecil yang tidak berdaya.
“Harusnya kalau memang ada kerusakan, ngomong ke saya. Ini tidak. Anak saya langsung dimarahi, lalu dibanting-banting seperti di video itu,” ujarnya dengan nada geram.
Yang lebih mengejutkan, rekaman yang beredar di media sosial disebut hanya menampilkan sebagian kecil dari kekerasan yang terjadi. Sulaiman menyebut, aksi penganiayaan berlangsung lebih lama dan lebih sadis.
“Itu belum semua. Setelah dibanting, anak saya masih dipukuli. Tapi tidak terekam,” ungkapnya.
Saat kejadian, lanjutnya, sosok kiai pemilik tempat tersebut diketahui sedang menjalankan ibadah umrah. Kondisi itu membuat pengawasan diserahkan kepada guru ngaji yang kini justru menjadi terduga pelaku.
Peristiwa itu sendiri terjadi pada 9 Maret 2026. Namun, korban baru berani bercerita kepada keluarganya sepuluh hari kemudian, diduga karena trauma dan ketakutan.
“Anak saya baru cerita tanggal 19. Setelah itu saya cari videonya dan langsung lapor ke polisi,” tegas Sulaiman.
Laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Probolinggo Kota. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum, mengingat pelaku merupakan figur pendidik yang seharusnya melindungi, bukan justru melukai anak didiknya. (kun)






