Gresik (beritajatim.com) – Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik terus menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat, sejak 2019 hingga 2024, tercatat sebanyak 667 kasus.
Ketua KPA Gresik, dr. Adi Yumanto, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penghapusan total kasus HIV/AIDS atau zero case pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan ini, langkah pencegahan menjadi fokus utama.
“Pencegahan membutuhkan pendekatan kolaboratif dengan model pentahelix. Jadi, bukan hanya tugas KPA, tetapi perlu keterlibatan semua pihak,” ujar Adi dalam Sarasehan Hari Peduli AIDS, Kamis (12/12/2024).
Adi menjelaskan, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada duta peduli HIV/AIDS dan memperluas program sosialisasi ke sekolah-sekolah maupun komunitas di luar lingkungan formal.
“Permasalahan ini tidak bisa ditangani oleh KPA dan duta peduli saja. Diperlukan strategi berbasis kolaborasi, termasuk melibatkan masyarakat sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2020,” tambahnya.
Stigma dan Diskriminasi, Tantangan Utama
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Penyebaran HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan sosial, politik, agama, dan ekonomi. Eliminasi stigma dan diskriminasi menjadi langkah kunci menuju three zero pada 2030,” kata Wabup yang akrab disapa Bu Min.
Ia menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dan lintas program dalam mengatasi tantangan ini.
Harapan untuk Kolaborasi yang Lebih Kuat
Bu Min berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk jajaran kesehatan, duta peduli HIV/AIDS, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, dan mitra terkait, dapat mengambil peran aktif.
“Edukasi, sosialisasi, serta pelaksanaan program yang mendukung penanggulangan HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan agar target bebas HIV/AIDS di Gresik dapat tercapai,” tutupnya.
Dengan target ambisius three zero—nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi—Kabupaten Gresik berharap dapat menjadi wilayah yang bebas HIV/AIDS pada 2030. (dny/ted)






