Pacitan (beritajatim.com) – Sejumlah siswa SD Negeri Hadiluwih 1, Kecamatan Ngadirojo, terlihat antusias melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan sekolah mereka, Kamis (27/2/2025). Dengan semangat, siswa memungut sampah plastik serta menyingkirkan benda-benda yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kebersihan yang diterapkan sekolah, sekaligus upaya pencegahan DBD yang semakin meningkat di Kabupaten Pacitan. Salah satu guru kelas, Anik Lestari, menjelaskan bahwa sebelum membersihkan lingkungan sekolah, para siswa terlebih dahulu diajak untuk merapikan dan membersihkan ruang kelas mereka.
“Kegiatan ini tidak hanya sekedar PSN, tetapi juga mendidik siswa untuk belajar hidup bersih dan sehat. Kami berencana menjadikannya sebagai kebiasaan di sekolah,” ungkap Anik.
Upaya pemberantasan sarang nyamuk ini menjadi semakin penting, mengingat dalam dua bulan terakhir, yakni Januari hingga Februari 2025, kasus DBD di Kabupaten Pacitan telah mencapai 336 kasus. Kecamatan Pacitan tercatat sebagai wilayah dengan kasus terbanyak, menjadikannya daerah endemik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Dr. Nur Farida, menyatakan bahwa meskipun masih ada laporan kasus baru, kondisi keseluruhan tetap stabil. Ia menekankan pentingnya PSN serta penerapan prinsip 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang) sebagai langkah utama dalam pencegahan DBD.
“Dengan upaya bersama dan kesadaran masyarakat, diharapkan angka kasus DBD di Pacitan dapat terus menurun,” ujarnya Selasa (4/3/2025).
Dinkes Pacitan juga terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, pihaknya siap melakukan fogging sesuai permintaan warga atau ketua RT setempat jika ditemukan kasus DBD di suatu wilayah.
Dengan keterlibatan aktif siswa dalam PSN, diharapkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kebersihan lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga risiko penyebaran DBD bisa ditekan secara maksimal. [tri/but]






