Pacitan (beritajatim.com) – Tradisi Rontek Gugah Sahur kembali menggema di berbagai sudut Kabupaten Pacitan selama bulan suci Ramadhan. Sejak dini hari, ratusan warga dari berbagai desa turun ke jalan, memainkan alat musik kentongan berbahan bambu dan menyanyikan lagu-lagu tradisional untuk membangunkan warga yang hendak sahur.
Namun, untuk memastikan kelancaran acara, aparat keamanan gabungan diterjunkan ke sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan. Pengamanan ini menjadi prioritas lantaran dalam beberapa tahun terakhir, tradisi Rontek Gugah Sahur kerap diwarnai aksi anarkis oleh oknum peserta.
Kapolsek Pacitan, AKP Andreas Hekso, menyebutkan bahwa pola pengamanan tahun ini diperketat, dengan membagi rute peserta ke dalam empat rayon. Yakni rayon barat, selatan, utara, dan timur. Setiap rayon dijaga ketat oleh personel keamanan untuk mencegah gesekan antar-kelompok.
“Kami sudah mengantisipasi potensi kerawanan dengan membagi jalur peserta rontek menjadi empat rayon. Setiap rayon akan dikawal ketat agar tradisi ini tetap berjalan aman dan kondusif,” kata AKP Andreas Hekso, Selasa (4/3/2025).
Selain itu, aparat juga akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memicu keributan atau mengganggu ketertiban. Langkah ini diharapkan dapat menjaga esensi tradisi Rontek Gugah Sahur, sebagai bagian dari budaya Pacitan yang penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi yang dapat merusak kekhusyukan bulan Ramadan. Dengan pengamanan yang diperketat, diharapkan tradisi ini tetap lestari tanpa gangguan keamanan yang dapat mengurangi nilai-nilai kebersamaan di dalamnya. [tri/aje]






