Jember (beritajatim.com) – Angka kasus Covid di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali meningkat. Tercatat pada 23 Februari lalu mencapai 262 kasus.Palang Merah Indonesia melakukan sejumlah langkah untuk menghadapinya.
Langkah pertama adalah kembali aktif memproduksi plasma konvalesen untuk mengantisipasi melonjaknya pasien COVID-19 varian Omicron. Saat ini, Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember memiliki satu mesin apheresis yang digunakan untuk donor plasma konvalesen yang dalam sehari hanya bisa melayani 10 orang penyintas covid-19.
PMI Kabupaten Jember memiliki 20 kantong FFP plasma konvalesen, yakni hasil olahan dari plasma konvalesen. “Terapi plasma konvalesen dilakukan terhadap pasien COVID-19 dalam kondisi sedang atau berat. Terapi plasma konvalesen dilakukan setelah ada persetujuan dari dokter yang merawat pasien COVID-19,” kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
PMI memiliki data penyintas Covid-19. Sewaktu-waktu mereka dihubungi jika ada pasien yang membutuhkan plasma konvalesen. Zaenal percaya layanan plasma konvalesen tidak akan terhambat karena stok plasma konvalesen juga didukung oleh jejaring PMI dari luar seperti Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, dan Jakarta.
PMI Jember juga melakukan langkah preventif dengan melakukan proses sterilisasi berupa penyemprotan cairan disinfektan di tempat peribadatan dan perkantoran. Gereja Santo Yusuf yang ada di jalan Kartini No. 26 menjadi lokasi pertama kegiatan penyemprotan beberapa waktu lalu. [wir/but]






