Blitar (beritajatim.com) – Penyakit chikungunya sedang merebak di Kabupaten Blitar akhir-akhir ini. Selama sebulan terakhir tercatat sudah ada 79 warga yang terserang chikungunya.
Mereka yang terserang chikungunya ini mayoritas mengalami gejala nyeri sendi hebat, demam hingga sakit kepala. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau kepada masyarakat agar rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Pasalnya chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Sehingga dengan rajin melakukan pemberantasan jentik, maka diharapkan tidak ada perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.
“Mayoritas penderita chikungunya di Kabupaten Blitar adalah orang dewasa. Data bulan Desember menunjukkan tren peningkatan,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, Senin (6/1/2025).
Selama tahun 2024, jumlah kasus penyakit chikungunya di Kabupaten Blitar memang cukup tinggi yakni mencapai 345 kasus. Dimana sebanyak 79 kasus chikungunya terjadi di akhir tahun 2024 kemarin.
Kini memasuki tahun 2025, kasus Chikungunya di Kabupaten Blitar juga mengalami tren peningkatan. Rendahnya tingkat bebas jentik di masyarakat menjadi penyebab utama meningkatnya kasus penyakit chikungunya.
“Angka bebas jentik di masyarakat rendah sehingga perkembangbiakan nyamuk meningkat,” tegasnya.
Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk membersihkan sarang nyamuk dan membasmi jentik menjadi penyebab kasus chikungunya meningkat. Dinkes Kabupaten Blitar pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih rajin membersihkan sarang nyamuk dan pembasmian jentik. [owi/beq]






