Pasuruan (beritajatim.com) – Kasmoro menjadi jemaah haji tertua di Kabupaten Pasuruan. Saat ini, Kasmoro berusia 100 tahun. Kasmoro sempat gagal berangkat haji tiga kali akibat Pandemi Covid -19. Kasmoro saat ini tinggal bersama keluarganya di Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Kakek berusia satu abad ini, masih sehat dan tidak pikun sedikitpun.
“Sebenarnya saya berangkat 2020 lalu, tapi ada Pandemi jadi gagal, lalu ada pembatasan usia jemaah haji batal lagi. Tapi sekarang alhamdulillah bisa berangkat ke tanah suci,” kata Kasmoro.
Kasmoro menceritakan pada tahun 2014 lalu dirinya nekat untuk mendaftar haji. Bermodal dengan sapi empat ekor yang telah dijualnya, Kasmoro kemudian langsung mendaftarkan dirinya.
Harga sapi yang dijual seharga Rp 54 juta itu menjadi setoran awal untuk mendaftarkan sebagai calon jemaah haji. Setelah menantikan selama 9 tahun, Kasmoro tercatat sebagai jemaah haji di tahun 2023.
Penantiannya ini tak akan disia-siakan oleh Kasmoro, pasalnya dirinya telah menyiapkan mental dan fisik untuk berangkat ke tanah suci. Bahkan Kasmoro sudah berhenti menghisap rokok dan makan ikan asin untuk mengurangi lemak.
“Sejak 2014 lalu sudah berhenti merokok karena mengikuti saran dari petugas Kemenag supaya nantinya bisa kuat jalan-jalan di Mekkah. Rasanya lega sekali, senang, sudah menunggu lama akhirnya bisa naik haji,” ujar buyut yang sudah mempunyai 5 cicit.
BACA JUGA:
Mengenal Jemaah Haji Termuda Asal Tuban yang Berusia 23 Tahun
Kasmoro rencananya akan berangkat dengan rombongan KBIH Malang pada Kamis, 8 Juni 2023 mendatang. Kasmiro akan pergi didampingi cucunya, Agustina (30) yang juga merupakan anak angkatnya. (ada/kun)






