Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini klub Istanbul Basaksehir meramaikan publik sepak bola Turki. Istanbul Basaksehir menjadi klub pendatang baru yang kini keberadaannya menantang dominasi 3 klub kuat Istanbul, yakni Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas.
Terlebih, klub yang resmi merebranding namanya tahun sejak tahun 2014 lalu ini telah menjadi jawara dikompetisi teratas Turki, SuperLig musim 2019/20 lalu.
Memang dominasi dari tiga klub Istanbul (Galatasaray, Fenerbahce, Besiktas) selama ini sangatlah kuat dikancah sepakbola Turki.
Terdapat istilah untuk menyebut ketiganya sebagai Big Three of Istanbul. Mengacu pada segenap rentetan prestasi yang telah mereka raih selama ini. Istanbul Basakhsehir menjadi klub Istanbul pertama yang dapat dikatakan sukses melakukan persaingan dengan Big Three of Istanbul meski jumlah gelarnya masih jauh dibawah ketiga klub tersebut.
Jauh sebelum Istanbul Basakhsehir memulai persaingan dengan ketiga klub Istanbul, sebenarnya ada Kasimpasa S.K. Sebuah klub yang berbasis di Distrik Beyoglu, wilayah bagian dari Kota Istanbul. Kasimpasa S.K terbentuk pada 15 Januari 1921.
Nama Kasimpasa seakan ‘dihilangkan’ atau dilupakan oleh para pecinta sepakbola karena memang sepak terjang klub ini tidak sebaik klub-klub Turki lainnya.
Selama 16 musim bermain di SuperLig, tidak sekalipun Kasimpasa pernah merasakan gelar juara. Raihan trofi Kasimpasa bahkan dapat dihitung dengan jari. Sekali menjadi juara TFF 2.Lig pada 2005/06 dan TFF Second League/3.Lig selama tiga kali, 1988/89, 1996/97, 2004/05. Sedikitnya prestasi yang diraih klub berjuluk Apaciler (Apache) ini berdampak pula pada jumlah pendukungnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola”]
Mayoritas pendukung loyal Kasimpasa datang dari kawasan Beyoglu, terutama sub-distrik Kasimpasa. Jumlah followers media sosial Kasimpasa menjadi yang palin sedikit diantara 4 klub Istanbul lain. Untuk Big Three of Istanbul, bahkan menembus jumlah jutaan followers.
Sempat mendatangkan salah satu penyerang asal Brazil, Robinho ke Stadion Recep Tayyip Erdogan (markas Kasimpasa) namun tetap saja belum mampu mempersembahkan gelar juara.
Seluruh pendukung Kasimpasa tidak pernah berkecil hati, mereka tetap loyal dan setia meskipun klub kebanggaannya masih dikatakan nihil gelar. Inkonsistensi permain Kasimpasa tentu menjadi masalah utama yang kini harus bisa diselesaikan agar mereka mampu bersaing minimal dengan klub-klub Istanbul lainnya. [adn/bjo]






