Gresik (beritajatim.com)– Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), karyawan PT Petrokimia Gresik menunjukkan kemampuan dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi kondisi darurat dengan melakukan simulasi pemadaman kebakaran, di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kegiatan yang digelar di Stadion Tridharma Petrokimia Gresik juga diikuti puluhan kepala daerah, dan perwakilan perusahaan sebagai komitmen menerapkan budaya zero accident dan keselamatan kerja di masing-masing daerah.
Dalam simulasi tersebut, tim tanggap darurat Petrokimia Gresik memperagakan teknik pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) hingga penanganan kebakaran skala besar. Serta mengerahkan mobil Bronto Skylift yang bisa menjangkau ketinggian 32 meter. Membantu memadamkan kebakaran besar di area tinggi,
Tidak lupa juga sejumlah srikandi (petugas damkar perempuan) turut dilibatkan bagaimana memadamkan api yang sedang berkobar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keseriusan Petrokimia Gresik dalam membangun sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berkelanjutan.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan kerja, khususnya di kawasan industri strategis.
“Saya ingin memastikan sistem K3 berjalan dengan efektif, berkelanjutan, dan berbudaya di seluruh wilayah Jawa Timur. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui regulasi dan pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, serta pemberian apresiasi,” paparnya.
Sementara itu, Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob menuturkan, perusahannya terus berkomitmen menerapkan aspek-aspek K3 di lingkungannya. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan lagi sebatas kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, serta mewujudkan ketahanan pangan.
“Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional yang tidak boleh terganggu operasionalnya. Ini karena memiliki tanggung jawab besar memproduksi jutaan ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia tahunnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, operasional perusahaannya yang berdampingan dengan permukiman masyarakat harus terus dijaga keberlangsungannya dengan berkolaborasi bersama masyarakat, sehingga stabilitas pangan Indonesia dapat terus terjaga.
“Harapannya, karyawan yang sudah dilatih K3 terbiasa menerapkan di lingkungan masing-masing termasuk keluarga,” pungkasnya. (dny/ted)






