Lamongan (beritajatim.com) – Tak usah khawatir kelaparan jika anda bersama keluarga jalan-jalan ke Lamongan. Ada banyak pilihan makanan enak yang bisa memuaskan selera anda. Selain soto Lamongan dan nasi boranan, hidangan kuliner lain yang siap menggoyang lidah anda adalah kare ayam kampung Kayun.
Ya, kare ayam kampung Kayun adalah salah satu menu andalan yang harus dicicipi saat berkunjung ke Lamongan Jawa Timur. Nama Kayun sendiri dinisbatkan dari nama pemiliknya, Pak Haji Kayun dan Ibu Kayun. Kare ini menyuguhkan daging Ayam kampung yang empuk dan gurih.
Selain itu, perpaduan bumbu rempah membuat aroma dan rasa kare ayam kampung Pak Kayun konon lebih megilan. Warung makan milik Pak Kayun yang berlokasi di Jalan Raya Mantub-Lamongan, Dusun Pucung Desa Puter Kecamatan Kembangbahu juga dikenal sebagai warung makan kare ayam kampung yang legendaris.
Cita rasanya yang tak pernah berubah dari masa ke masa membuat warung makan ini selalu dipadati oleh pengunjung. Warung ini hanya menyediakan satu menu yaitu kare ayam kampung. Untuk nasinya, pembeli bisa langsung mengambil sendiri sepuasnya.
Kare ayam kampung Pak Kayun ini dihargai Rp 40 ribu per porsinya. Namun, satu porsi kare ayam Pak Kayun ini memiliki ukuran yang lumayan besar. Kuahnya yang berwarna orange kemerahan ini menebarkan aroma yang begitu semerbak dan sedap. Potongan tulang-tulang berlapis daging ayam kampung yang besar pun cukup banyak.
Diketahui, santan dalam kuah kare ini alami, sehingga gurihnya pun alami dan bukan karena tambahan penyedap rasa. Dijamin, bikin lidah para penikmatnya bergetar dan ketagihan. Apalagi, tekstur daging ayam kampungnya juga tidak alot meski tulangnya besar, hampir tidak ada perlawanan di mulut saat menggigitnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner”]
Saat diwawancarai beritajatim.com, Ibu Kayun yang tengah meracik kare untuk disuguhkan mengaku, bahwa usaha warung makan kare ayam kampungnya ini sudah dikelola oleh keluarganya sekitar 37 tahunan.
“Warung makan ini berdiri sejak tahun 1984. Enggak pernah pindah-pindah lokasinya ya tetap di sini dari dulu,” kata Bu Kayun, Minggu (10/10/2021).
Meski usahanya sudah berjalan puluhan tahun, Bu Kayun menjelaskan, ia selalu mengontrol kualitas kare bikinannya. Pihaknya juga tak pernah melakukan perubahan pada resep dasarnya. Hal itu ia lakukan demi menjaga ciri khas kare ayam kampung buatannya.
“Resepnya enggak pernah kami rubah, demi mempertahankan ciri khas kare ayam. Bumbunya saja yang kadang kita tambahin.” imbuh wanita berusia 68 tahun tersebut.

Untuk proses perebusannya, Bu Kayun menambahkan, hal itu bisa memakan waktu hingga beberapa jam demi menjaga gurih alami dari kaldu tulang ayam. Setiap hari, kare ayam kampung bikinannya selalu ludes terjual. Tak jarang pula para pembeli sengaja memesan sedari awal agar tidak bisa kehabisan saat berkunjung ke warung makan keluarga Kayun.
“Setiap harinya, kami rata-rata hanya memasak 17 ekor ayam kampung. Tidak pernah banyak, kecuali bagi mereka yang telah memesan kare ayam terlebih dahulu,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pencinta kuliner kare ayam kampung, Abid, yang datang di warung makan milik keluarga Kayun mengatakan, kalau ia sudah sejak lama berlangganan makan kare ayam kampung di sini.
“Iya mas, saya sudah lama berlangganan di warung ini. Kare ayam kampungnya nendang banget. Rasanya sangat khas, pokoknya megilan. Potongan ayam kampungnya juga enak dan enggak alot, kuahnya sangat terasa bumbunya. Saya sering menyempatkan makan kare di sini bersama keluarga dan teman-teman,” ucap Abid.[riq/ted]






