Lamongan (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keselamatan perjalanan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan lintas di Stasiun Lamongan, Rabu (22/10/2025), sebagai bagian dari upaya optimalisasi operasional di jalur utama Surabaya Pasar Turi–Lamongan–Tobo.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kegiatan bersama ini bertujuan memastikan seluruh aspek layanan dan prasarana berjalan optimal untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta keandalan transportasi berbasis rel di Jawa Timur.
“Kami KAI Daop 8 Surabaya bersama BTP Kelas I Surabaya memastikan seluruh operasional, fasilitas, dan prasarana di Stasiun Lamongan dalam kondisi siap operasi. Pengecekan lintas ini juga menjadi langkah preventif agar perjalanan KA tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, bersama Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, serta diikuti oleh jajaran manajemen kedua institusi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mencakup kondisi bangunan, emplasemen, aset, dan fasilitas pelayanan penumpang seperti loket, ruang tunggu, peron, toilet, musholla, hingga area boarding.
Selain aspek fasilitas, tim gabungan juga meninjau kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
“Terkait kesiapan SDM, jajaran manajemen Daop 8 Surabaya memastikan kemampuan para petugas telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dari sisi teknis maupun nonteknis,” kata Luqman.
Pemeriksaan lapangan turut meliputi pengamatan terhadap kondisi prasarana jalan rel, jembatan, wesel, perlintasan, dan ROW (right of way) di lintas Surabaya Pasar Turi hingga Tobo. Setelah pengecekan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat evaluasi untuk membahas hasil temuan serta langkah tindak lanjut perbaikan dan peningkatan kualitas layanan.
Luqman memastikan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi lintas dan fasilitas operasional di Stasiun Lamongan berada dalam keadaan aman, andal, dan siap operasi untuk melayani perjalanan kereta jarak jauh maupun layanan commuter line.
“Pengecekan lintas bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjaga safety, reliability, dan service excellence. Kami ingin pelanggan merasa aman, nyaman, dan percaya bahwa setiap perjalanan dengan kereta api berada di tangan yang profesional,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya dan BTP Kelas I Surabaya menegaskan konsistensi dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, aman, dan berkelanjutan.
“Dengan kesiapan infrastruktur yang terus dijaga, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel semakin meningkat, serta menjadikan kereta api sebagai pilihan utama perjalanan yang efisien dan ramah lingkungan,” tutur Luqman. [fak/beq]






