Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus ledakan bom ikan atau bondet di Desa Ngepoh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, terus menjadi perhatian aparat kepolisian.
Ledakan yang terjadi Rabu (20/8) dini hari itu menimbulkan kegaduhan warga setempat.
Korban bernama Muhammad Mustofa (28) diduga membawa bondet saat bermalam di rumah neneknya, Sundari. Ledakan hebat membuat korban mengalami luka serius hingga harus dirujuk ke RSUD Bangil.
Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan pihaknya akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Menurutnya, penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk mengungkap motif maupun penyebab ledakan.
“Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat. Kami akan meneliti secara hati-hati agar terungkap secara jelas,” ujar Kapolres Pasuruan.
Dari informasi yang dihimpun, bondet sempat disembunyikan oleh orang tua korban di area persawahan setelah insiden terjadi. Namun, temuan itu akhirnya berhasil diketahui oleh aparat kepolisian.
Kapolres menjelaskan bahwa tim gabungan dari Polres Pasuruan bersama Brimob Polda Jatim turun langsung ke lokasi kejadian. Proses olah TKP dilakukan guna memastikan asal ledakan dan mengamankan barang bukti.
“Tim Gegana Polda Jatim juga masih bekerja melakukan pemeriksaan lanjutan. Semua hasilnya akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Diketahui, korban Mustofa merupakan DPO dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hal ini membuat penyelidikan semakin mendalam karena terkait dengan catatan kriminal korban.
Ledakan bondet tidak hanya melukai korban, tetapi juga menimbulkan ketakutan warga sekitar. Mereka berharap aparat kepolisian segera menuntaskan perkara tersebut agar tidak terjadi lagi hal serupa.
Jazuli menegaskan komitmennya untuk menindak tegas peredaran bondet di wilayah Pasuruan. “Kami tidak akan membiarkan bahan peledak rakitan ini beredar, demi menjaga keamanan masyarakat,” pungkasnya. (ada/ted)






