Malang (beritajatim.com) – Perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bertemu langsung Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Kamis (2/2/2023) siang. Kedatangan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ini, berbarengan dengan kunjungan 7 orang eks Napiter.
Mereka pun duduk dan beramah tamah di Lobi Utama Polres Malang di Jalan Ahmad Yani Nomor 1, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Menurut Kholis, Polres Malang berkomitmen membantu pemulihan kondisi keluarga korban pasca Tragedi Kanjuruhan.
“Ini adalah kunjungan pertama keluarga korban ke Polres Malang. Namun beberapa waktu sebelumnya, kami sudah sering bertemu serta berdiskusi langsung di rumah mereka,” ungkap Putu Kholis Aryana, sesuai pertemuan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Kholis menjelaskan, ada beberapa masukan serta uneg-uneg atau aspirasi yang disampaikan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Masukan itu, akan ditindaklanjuti dan dirangkum. Ada yang langsung dikerjakan Polres Malang, ada juga yang dilaporkan ke Forkopimda, terutama Bupati Malang HM Sanusi.
“Termasuk dari kegiatan kunjungan hari ini ke Polres Malang. Akan kami rangkai untuk bahan rapat dengan Forkopimda Kabupaten Malang terkait masukan dan aspirasi yang disampaikan,” tegas Kholis.
Menurutnya, ada beberapa masukan yang disampaikan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Seperti terkait pemulihan psikis, dukungan perhatian masa depan, perekonomian, pekerjaan serta pendidikan bagi anak korban yang ditinggalkan.

Dari masukan yang disampaikan keluarga korban tersebut, Kholie menegaskan bahwa Polres Malang bersama Forkopimda Kabupaten Malang terus berkomitmen membantu pemulihan pasca Tragedi Kanjuruhan.
“Kami dari Polres Malang akan terus beri perhatian dan dukungan. Ini langkah awal kami untuk terus memberi pendampingan keluarga korban. Mulai penanganan psikis ataupun bantuan lain yang masih dibutuhkan keluarga korban,” Kholis mengakhiri. (yog/ted)






