Surabaya (beritajatim.com)- Polda Jawa Timur memastikan ikut membantu proses penyelidikan peristiwa ledakan di rumah Husairi ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS di TPS 06 dusun Timur, Desa Nyelabu Daya Kecamatan Pamekasan.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto menyebut, bahan peledak sudah dilakukan identifikasi bahan dasarnya dan merupakan jenis bom ikan atau bondet.
Hingga saat ini motif pelaku sedang didalami dan ditargetkan dalam waktu yang tidak lama lagi akan bisa diungkap. Namun Kapolda Jatim meminta agar masyarakat tak berandai andai terkait motif yang dilakukan.
Sejumlah saksi juga sudah diperiksa dan sudah dimintai keterangan namun masih belum mengarah, saat ini polres pamekasan dan polda jatim terus melakukan penyelidikan.
” Sudah kita identifikasi bahan dasarnya adalah bom ikan atau bondet. Mudah-mudahan motif dan pelaku tidak terlalu lama akan segera kami ungkap,” kata Irjen Pol Imam Sugianto Kapolda Jatim, Rabu (21/2/2024).
Sebelumnya rumah ketua KPPS di Pamekasan dilempar sebuah bahan peledak yang diduga bom oleh orang tak dikenal.
Sebelumnya, Kusyairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura bersyukur masih bisa melihat senyuman anak perempuannya yang selamat dari teror ledakan yang diduga bom.
Teror bom ini menghancurkan semua perabotan rumah kedua Kusyairi yang lokasinya berdekatan dengan rumahnya yang pertama.
Tampak meja, kursi, lemari kayu, kaca jendela, pintu rumah, sangkar burung dan asbes rumah Kusyairi hancur berantakan berkeping-keping.
Sebelum kejadian, Senin (19/2/2024) malam, Kusyari mengaku melihat QA, anak perempuannya tidur di rumah tersebut.
Baca Juga: Ledakan di Rumah Ketua KPPS Pamekasan, Polda Kirim 4 Personel
Beruntung, sekitar pukul 02.00 WIB, anaknya pindah tidur di rumah pertama yang lokasinya berdekatan dengan rumah yang hancur akibat ledakan yang diduga bom tersebut.
“Siang hari kadang anak saya tidur di situ. Malam Seninnya itu saat kejadian, melihat anak saya tidur di rumah itu. Lalu sekitar pukul 02.00 WIB anak saya katanya pindah ke rumah depan. Ledakannya terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari,” kata Kusyairi, Selasa (20/2/2024). (ted)






