Malang (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Klas I TPI Malang menyatakan siap memberikan layanan terbaru, yaitu Second Home Visa. Layanan ini untuk memberikan kemudahan bagi warga negara asing (WNA) yang ingin hidup hingga menjalankan kegiatan bisnis di Malang atau wilayah kerja Kanim Malang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang, Ramdhani mengatakan, layanan ini akan resmi diberikan per 21 Desember 2022 mendatang. Sementara, aturan pelaksanaan layanan ini sudah diterbitkan dan disosialisasikan sejak 25 Oktober 2022.
Harapannya layanan ini dapat mendongkrak investasi masuk ke Indonesia sehingga berkontribusi besar dalam peningkatan devisa negara. Apalagi tujuan utama visa ini untuk mempermudah kemudahan pelayanan keimigrasian, khususnya di sektor bisnis dan investasi.
”Selain pebisnis dan investor, layanan visa ini juga bermanfaat bagi WNA yang sudah lansia serta juga bagi para eks WNI yang kini sudah jadi WNA atau istilahnya diaspora. Jadi mereka bisa pulang dengan lega bertemu para keluarga,” kata Ramdhani Senin (5/12/2022).
Proses pengurusan visa kedepan dijamin bakal lebih mudah dibanding sebelumnya. Pendaftaran Second Home Visa ini dilakukan via online, baik dari dalam dan luar negeri dengan mengakses situs visa-online.imigrasi.go.id. Masa berlaku visa rumah kedua ini berlaku 5 sampai 10 tahun.
‘Untuk tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3 juta. Dengan begitu, pemohon tidak akan bolak-balik mengurus izin tinggal. Dia pun optimistis layanan second home visa ini akan menuai antusiasme tinggi. Selama ini Imigrasi telah menyumbang PNBP hingga Rp4 triliun dari total keseluruhan Rp6 triliun yang ada di Kemenkumham.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota=malang”]
”Dari 11 unit eselon I Kantor Imigrasi itu punya rating terbesar dalam sumbangan PNBP. Otomatis dengan kebijakan ini bisa berdampak pada pertumbuhan bisnis dan investasi,” imbuhnya.
Sedangkan untuk data yang dimiliki Kantor Imigrasi Malang, tercatat sudah ada 23 investor asing yang masuk ke Malang hingga penghujung 2022 ini. Jumlah ini cenderung menurun sebab di 2021 mencapai 25 investor asing.
”Mereka banyak tersebar di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Rata-rata mereka adalah investor di bidang agribisnis,” tandasnya. [luc/but]






