Lamongan (beritajatim.com) – Kandang sapi yang berada di Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan ludes terbakar, Sabtu (23/12/2023) malam. Terdapat satu ekor sapi yang mati terpanggang dalam kebakaran ini.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kandang sapi yang kebakar itu milik Khusnul Islami (48), warga asala Dusun Sidomanis, Desa Gempolmanis, Kecamtan Sambeng, Kabupaten Lamongan.
“Iya, kejadian kebakaran ini dilaporkan kepada petugas sekira pukul 21.00 WIB, tadi malam. Kandang Sapi dan bangunan rumah bagian belakang milik korban Khusnul Islami, Desa Gempolmanis,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Minggu (24/12/2024).
Anton menjelaskan, petugas pemadam kebakaran bergegas mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan tersebut. Mengenai kronologinya, tutur Anton, bermula saat pemilik kandang (korban) sedang duduk di depan rumahnya bersama tetangganya.
Kala itu, listrik rumah korban tiba-tiba padam. Selang sejenak, terdengar pula ada ledakan dari arah belakang rumah korban.
Korban dan tetangganya yang kaget atas kejadian ini pun segera berlari ke belakang rumah untuk mengecek kondisi. Mereka kaget karena ternyata kandang sapi yang berada di belakang rumah korban sudah terbakar.
“Saat lampu padam, terdengar ada ledakan, api yang membakar kandang membumbung tinggi. Korban dan saksi yang mengetahuinya kemudian berteriak meminta bantuan kepada tetangga sekitar dan Polsek Sambeng, lalu diteruskan ke petugas damkar,” terang Anton.
Damkar Ngimbang yang tiba di lokasi kejadian pun langsung berupaya menjinakkan si jago merah. Para petugas bersama masyarakat setempat melakukan pemadaman sekitar 20 menit.
“Kandang sapi yang ludes terbakar ini berukuran 8×5 meter, terbuat dari kayu. Rumah korban bagian belakang ikut terbakar, dengan luas kebakaran 8,5 x 6 meter, atap bagian belakang hangus,” tutur Anton.
Selain kandang dan rumah belakang korban, Anton menerangkan bahwa terdapat seekor sapi yang turut mati terbakar, termasuk juga peralatan rumah tangga di lokasi kejadian.
“Korban manusia nihil. Akibat kebakaran ini, kerugian material ditaksir sekitar Rp50 juta. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh bediang yang sengaja dinyalakan untuk mengusir nyamuk di kandang setempat,” pungkasnya. [riq/suf]






