Malang (beritajatim.com) – Semangat baru pendidikan vokasi Indonesia terasa bergelora di Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Senin, (25/7/2025). Upacara penyambutan dihadiri oleh total 3.231 perwakilan mahasiswa baru dari kampus utama dan sejumlah mahasiswa dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menyampaikan apresiasi mendalam kepada para mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa keberhasilan mereka menembus gerbang Polinema bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan dedikasi yang luar biasa.
“Saya yakin proses perjalanannya tidak mudah. Dari 4.116 yang diterima pada tahun 2025 ini, Anda tidak sekadar menyisihkan lebih dari 40.000 pesaing, mulai dari jalur SNBP hingga jalur mandiri, tetapi proses perjuangannya tentunya akan sangat panjang, dimulai sejak di bangku sekolah,” ujar Supriatna.
Komitmen Polinema untuk memberikan akses pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas tidak hanya terpusat di Malang. Angka 4.116 mahasiswa baru merupakan total dari Kampus Utama di Malang serta tiga kampus PSDKU yang berada di Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pamekasan.
“Alhamdulillah, total 4.116 mahasiswa baru ini tersebar di seluruh kampus Polinema. Ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan akses dan layanan pendidikan tinggi yang bagus kepada masyarakat. Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan generasi muda yang kompeten untuk memberikan kontribusi ke depan,” jelas Direktur.
Meskipun permintaan sangat tinggi, keterbatasan kapasitas membuat Polinema hanya bisa menerima jumlah tersebut. “Inilah yang bisa kita terima. Harapan kami, mahasiswa baru dapat segera memanfaatkan status dan kesempatan ini untuk membekali diri agar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.
Di antara tujuh jurusan yang ada di Polinema, jurusan Teknik Elektro kembali menjadi yang paling banyak diminati pada tahun 2025. Direktur menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki keunggulan spesifik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern.
“Di program studi Elektronika, misalnya, fokus kami adalah pada industrial automation, instrumentation, and control. Lulusan dipersiapkan untuk menjadi ahli di bidang kontrol dan otomasi industri,” paparnya.
Untuk program studi yang berkaitan dengan kelistrikan, baik D-III maupun D-IV, fokusnya adalah pada distribusi dan manajemen energi listrik. Sementara itu, di bidang telekomunikasi, kurikulumnya mencakup teknologi nirkabel (wireless), komunikasi berbasis kabel, hingga telekomunikasi digital yang menjadi tulang punggung Revolusi Industri 4.0.
“Setiap jurusan, baik itu Teknik Mesin, Sipil, Kimia, Akuntansi, Administrasi Niaga, maupun Teknologi Informasi, kami fasilitasi dengan sumber daya manusia terbaik, kurikulum yang relevan, serta metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), berbasis masalah (problem-based learning), dan studi kasus (case method),” tegas Supriatna.
Menjawab kekhawatiran publik mengenai tradisi orientasi mahasiswa yang terkadang diwarnai kekerasan, Polinema menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang aman, nyaman, dan mendidik. Stigma “penguatan mental yang keras” dan perpeloncoan dipastikan tidak ada di lingkungan Polinema.
“Kami pastikan Polinema terbebas dari bullying dan berbagai hal yang berhubungan dengan itu,” kata Direktur.
Polinema menerapkan pendekatan dua pilar dalam orientasi. Pertama, untuk pembinaan disiplin dan wawasan kebangsaan, Polinema bekerja sama dengan lembaga pendidikan di TNI melalui program Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK).
“Artinya, konsepnya terukur dan profesional, tidak asal-asalan. Kedua, kegiatan orientasi di dalam kampus (Ordik) difokuskan pada tujuan yang jelas: membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial yang baru,” jelasnya.
Fokus Ordik adalah memfasilitasi mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dan memahami lingkungan kampus yang sangat berbeda dengan SMA. Proses adaptasi yang sukses adalah kunci agar mereka bisa menjalani aktivitas perkuliahan dengan nyaman.
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah integrasi materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ke dalam rangkaian PKKMB 2025.
“Mahasiswa baru kami kenalkan dengan materi PPKS. Harapan kami adalah menjadikan kampus Polinema sebagai ruang yang aman, kondusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan untuk semua,” pungkasnya.
Pengalaman PKKMB yang positif dirasakan langsung oleh Aufanabila, atau yang akrab disapa Bella, seorang mahasiswa baru dari Program Studi D-IV Manajemen Pemasaran. Mahasiswi asal Jombang ini berbagi kesannya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan orientasi.
“Jujur, capek. Tapi sama sekali tidak ada kekerasan atau bully. Untuk mental, memang benar-benar terasa (dilatih), tapi dalam artian yang positif,” ungkap Bella.

Ia menceritakan salah satu momen yang paling berkesan adalah saat harus menjaga kekompakan tim di tengah terik matahari untuk menyelesaikan tugas. Menurutnya, materi yang didapat tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga pengalaman langsung tentang disiplin, manajemen waktu, dan kerja sama.
Ketika ditanya mengenai alasannya memilih jurusan Manajemen Pemasaran di Polinema, Bella dengan mantap menjawab bahwa prospek karirnya sangat cerah. “Relasinya nanti bisa besar, dan prospek kerjanya juga luas. Sesuai dengan apa yang saya cita-citakan,” tuturnya dengan optimis.
Direktur Polinema menambahkan bahwa hari ini adalah momentum krusial, di mana status siswa telah resmi berganti menjadi mahasiswa. Sebuah status yang membawa tanggung jawab besar sekaligus peluang tak terbatas.
Lebih dari sekadar mengejar nilai akademis, Direktur Polinema mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjadi insan pembelajar yang holistik. Menurutnya, masa kuliah adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter, memperkaya kompetensi, dan mengasah soft skill yang akan menjadi bekal utama di dunia kerja dan masyarakat.
“Manfaatkan waktu untuk belajar, memperkaya kompetensi, membentuk karakter, dan juga soft skill. Jadilah anggota organisasi intra maupun organisasi lainnya, sehingga saat lulus nanti, Anda dapat menyandang status membanggakan dengan skill yang kompeten,” pesan Supriatna menutup acara apel untuk Maba di lapangan Polinema. [ADV/dan]






