Wimbledon (beritajatim.com) –Final Wimbledon putri tahun ini antara Iga Swiatek dan Amanda Anisimova sudah jadi sejarah bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sebab, itu menjadi debut dua petenis tersebut lolos ke final.
Dan, Swiatek menciptakan sejarah lainnya dini hari tadi. Bukan sekadar dia keluar sebagai juara di debut finalnya. Melainkan juga skor yang dicatatkan adalah 6-0 6-0 alias double bagel.
Double bagel Swiatek kali ini adalah yang pertama terjadi sejak lebih dari seabad silam. Tepatnya ketika Dorothea Lambert Chambers mengalahkan Dora Boothby pada 1911 alias 114 tahun lalu!
Jika tolok ukurnya adalah Grand Slam, maka kemenangan Swiatek dalam 57 menit ini juga jadi yang pertama sejak 1988. Kala itu Steffi Graff mengalahkan Natasha Zvereva hanya dalam 34 menit di Roland Garros.
“Ini seperti mimpi! Jujur saja, aku bahkan tidak mengira bisa juara Wimbledon,” ujar Swiatek kepada BBC.
Kemenangan ini membuat Swiatek mengukuhkan dirinya sebagai ratu partai final. Bagaimana tidak. Dalam 6 final Grand Salam yang diikutinya, petenis 24 tahun itu sukses sapu bersih. Rinciannya, 4 Roland Garros, 1 US Open, dan 1 Wimbledon.
Swiatek juga jadi yang termuda memenangi 3 edisi Grand Slam. Menyamai Serena Williams ketika melakukannya pada 23 tahun silam.
“Aku kelelahan. Seharusnya aku bisa memberikan penampilan yang lebih baik,” ucap Anisimova. (dio)






