Banyuwangi (beritajatim.com) – Kampanye Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mohammad Mahfud Mahmodin di Banyuwangi menemui komunitas nelayan di Kecamatan Muncar. Mahfud MD menyerap keluhan para petani tentang sulitnya mendapatkan bahan bakar solar untuk melaut.
Cawapres yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo itu kemudian menjawab keluhan para nelayan. Menurutnya, masalah tersebut akan segera diurai jika pasangan ini menjadi presiden dan wakil presiden mendatang.
“Saya berkeliling Indonesia, saya datang ke pantai Natuna datang ke Padang datang dan ke daerah lain apa yang mereka keluhkan?, Pak saya sulit mendapat solar,” katanya saat Musyawarah Kebangsaan di Taman Suropati, Kecamatan Muncar, Jumat (29/12/2023).
Dia lantas berkisah, Mahfud MD mengenai pengiriman kapal di Natuna. Namun, yang terjadi mereka justru mendapat perlakuan yang sama yakni sulit mendapatkan bahan bakar.
“Saya mengirim puluhan Kapan dari Jawa Tengah ke Natuna untuk melaut agar bisa ke tengah. Karena kapal yang dimiliki nelayan Natuna itu kapal kecil enggak boleh ke tengah menurut aturan yang sudah dibuat,”
“Kami kirim kapal-kapal besar dan disubsidi dengan solar yang harganya jauh di bawah harga normal tapi apa yang terjadi kapal-kapal itu tidak bisa mendapat solar yang subsidi itu,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, pihaknya cukup prihatin. Sehingga nelayan dan petani merupa target utama untuk mendapatkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak.
“Solar itu sebelum ke mereka sudah diambil, dibeli dengan harga subsidi kemudian dibeli ke tengkulak, lalu dijual dengan harga mahal kepada nelayan. Termasuk di tengah laut juga, di mana-mana. Di antara kita ada yang tahu tapi pura-pura tidak tahu, karena diantara kita itu ada yang terlibat menjadi backing,” pungkasnya. (rin/ian)






