Gresik (beritajatim.com) – Imbas Kali Lamong meluap lagi. Jalan alternatif dari Gresik menuju Mojokerto, dan Lamongan di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, terputus karena tergenang banjir.
Selain menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, banjir juga membahayakan masyarakat pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Akibat derasnya banjir, sejumlah warga turun ke jalan membantu masyarakat pengguna jalan agar tidak terseret derasnya banjir.
Salah satu warga, Sunarto (50) mengatakan, banjir yang menggenangi jalan setinggi 40 centimeter. Sehingga, jalur dari Gresik menuju Mojokerto dan Lamongan terendam air cukup tinggi.
“Kami secara sukarela mengatur arus lalu lintas bergiliran. Baik itu kendaraan roda empat atau dua yang melintas,” katanya, Selasa (20/02/2024).
Ia menambahkan, tingginya air yang merendam jalan raya juga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami mojok karena mesinnya kemasukan air.
“Warga juga turut membantu mendorong kendaraan yang mogok. Bahkan, ada juga yang terjatuh karena terperosok jalan yang digenangi banjir,” imbuhnya.
Hal senada juga dituturkan Ilyas (53) warga Desa Kedungrukem. Dirinya menceritakan tingginya curah hujan serta tersendatnya aliran Kali Lamong membuat air yang mengalir meluap ke desa sekitarnya.
Terkait banjir ini, dirinya berharap pemerintah daerah lebih serius menangani banjir agar persoalan banjir tahunan segera teratasi.
“Kami mengimbau pemerintah daerah lebih serius tangani banjir agar segera bisa diatasi,” pungkasnya. (dny/ted)






