Sidoarjo (beritajatim.com) – Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono memastikan kesiapan Lapas I Surabaya di Porong dalam menghadapi Pemilu 2024, 14 Pebruari mendatang.
Kepastian itu disampaikan Haeni Yuwono usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas I Surabaya di Desa Kebonagung, Porong. “Kunjungan ini memang tiba-tiba saja, tanpa pemberitahuan juga tanpa sepengetahuan kalapas maupun pejabat lapas lainnya,” ujar Heni Senin (5/2/2024).
Heni menyebutkan bahwa sidak yang dilakukan untuk memastikan persiapan lapas dalam proses Pemilu 2024, yang kurang sembilan hari lagi. “Pelaksanaan Pemilu 2024 di lapas harus menjamin hak pilih seluruh warga binaan yang memenuhi syarat, dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan ketertiban lapas,” imbuh.
Heni pun menegaskan beberapa poin penting, dimulai dari proses sosialisasi dan edukasi. Dia berharap jajarannya melakukan sosialisasi dan edukasi yang komprehensif kepada warga binaan tentang pemilu, termasuk tata cara pencoblosan, daftar calon peserta pemilu, dan pentingnya menggunakan hak pilih.
Selanjutnya, Heni juga menegaskan bahwa jajarannya harus terus melakukan pemutakhiran data pemilih. Memastikan data pemilih dari warga binaan akurat dan terkini. Pihaknya akan terus koordinasikan dengan KPU dan Disdukcapil untuk mendapatkan data pemilih yang valid.
“DPT harus dilakukan fiksasi maksimal sepekan jelang pemilu, pihak lapas akan mengecek dan memastikan status warga binaannya telah terdaftar sebagai pemilih,” terang Heni.
Kalapas Surabaya Jayanta menegaskan bahwa momen pemilu menjadi perhatian khusus pihaknya dan KPU. Per hari ini, jumlah warga binaannya yang telah terdaftar sebagai DPT adalah 1.161 orang dari total 1.379 warga binaan. “Masih adanya warga binaan yang belum masuk DPT karena merupakan warga binaan yang baru dipindah dari lapas lain di satu bulan terakhir,” terang Jayanta.
Namun, Jayanta memastikan bahwa pekan ini KPU akan memasukkan sekitar 200 warga binaannya ke dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Tentunya dengan memperhatikan syarat-syarat umum dan khusus seperti kepemilikan NIK dan e-KTP.
Pada pemilu 2024 ini, Jayanta menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan enam tempat pemungutan suara (TPS) khusus di dalam lapas yang mudah diakses oleh warga binaan. Petugas KPPS yang bertugas di TPS lapas telah mendapatkan pelatihan khusus dan pendampingan dari KPU. (isa/kun)






