Madiun (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan dalam melayani penumpang selama masa Angkutan Lebaran 1446 H/Tahun 2025.
Periode angkutan Lebaran telah ditetapkan selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, dengan berbagai peningkatan layanan demi kenyamanan pelanggan. Sebanyak 242 perjalanan kereta api akan dioperasikan, terdiri atas:
- 110 perjalanan KA Jarak Jauh Komersial
- 22 perjalanan KA Jarak Jauh PSO (subsidi pemerintah)
- 110 perjalanan KA Lokal PSO
Menurut Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, KAI menambah jumlah perjalanan kereta api selama periode Lebaran untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Kami memproyeksikan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada H+5 Lebaran, tepatnya Minggu, 6 April 2025, dengan perkiraan jumlah penumpang tertinggi mencapai 16.801 orang. Karenanya ada tambahan KA selama masa angkutan lebaran,” kata Zainul, Selasa (25/02/2025).
Untuk total kapasitas tempat duduk (TD) yang tersedia mencapai 127.248 kursi, dengan rincian:
- 68.684 TD untuk KA Jarak Jauh Komersial
- 16.324 TD untuk KA Jarak Jauh PSO
- 42.240 TD untuk KA Lokal PSO
Untuk kemudahan pemesanan tiket, pelanggan dapat membeli melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi booking.kai.id, Loket Box di stasiun, serta mitra penjualan resmi lainnya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan pelayanan, jajaran direksi KAI bersama Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan inspeksi ke seluruh Daop kereta api pada 25–27 Februari 2025.
Untuk menambah kenyamanan pelanggan, KAI juga menghadirkan promo diskon tiket, dekorasi bertema Lebaran di stasiun dan kereta api, takjil gratis, serta merchandise eksklusif.
“Terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pada mudik Lebaran 2025. Dengan semangat melayani dan mengutamakan keselamatan, KAI siap mengantarkan para pelanggan merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman,” tutup Zainul. [fiq/ian]






