Malang (beritajatim.com) – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) merayakan hari ulang tahun ke 53 di Kota Malang.
Perayaan tidak hanya sekedar berkumpul dan berdialog tentang masa depan bisnis pariwisata bersama 36 DPD ASITA di seluruh Indonesia saja. Namun, juga dilakukan penandatangan kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar Kota Malang).
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengatakan, bahwa agenda besar Pemkot Malang dengan ASITA adalah B to B atau bisnis ke bisnis antara penyedia dengan pembeli untuk saling menginformasikan potensi-potensi pariwisata khususnya yang ada di Malang Raya.
“Mudah-mudahan ini terjadi transaksi terus pada akhirnya nanti banyak kunjungan wisatawan baik lokal domestik maupun internasional yang akan datang ke Malang Raya. Ini luar biasa karena ini kan HUT-nya ASITA seluruh Indonesia yang ke 53. Alhamdulillah dipusatkan di kota Malang,” ujar Baihaqi.
Baihaqi cukup senang Kota Malang menjadi tuan rumah HUT ke 53. Sebab, hadirnya 36 DPD ASITA seluruh Indonesia ke Kota Malang bisa menjadi saran promosi pariwisata. Karena mereka datang ke Malang menikmati wisata-wisata yang ada di Malang. Harapannya nanti mereka datang kembali dengan membawa wisatawan ke Kota Malang.
“Kemarin Alhamdulillah ditambah lagi dengan adanya MoU, antara pemerintah Kota Malang dengan ASITA dimana ditandatangani oleh pejabat wali kota Malang bersama ketua ASITA Indonesia. Ada dua kesepahaman yang sudah ditandatangani. Pertama dukungan terhadap sektor pariwisata dan yang kedua adalah untuk pemberdayaan UMKM,” ujar Baihaqi.
“Karena setiap wisatawan yang datang pasti mereka akan berbelanja. Pulangnya juga akan membawa oleh-oleh ini nanti luar biasa terhadap perkembangan kuliner dan UMKM yang ada di kota Malang,” imbuhnya.
Ketua DPP ASITA, Nunung Rusmiati usai MoU dengan Pemkot Malang mereka yakin bisa memberikan kontribusi dalam mempromosikan wisata di Kota Malang dan Indonesia. Keyakinan itu berdasarkan pada target 12 juta kunjungan wisatawan tercapai di tahun 2023 lalu. Pada 2024 ini target wisatawan meningkat sebanyak 15 juta.
“Kita terus membicarakan soal pariwisata. Pemerintah daerah hingga Kementerian Pariwisata terus membantu kami. Semoga menjadi pemicu para travel agent sebagai bagian dari upaya promo wisata. Seharusnya kalau (target) tercapai, berarti bisnis jalan. Jadi ASITA travel agent nya mix. Ini kita bicara utama inbound, bukan hanya outbond,” ujar Nunung.
Sementara Ketua DPD ASITA Jawa Timur, Samsul Arifin menuturkan peringatan HUT di Kota Malang tentu membawa efek perputaran ekonomi yang cukup besar. Sebab, kehadiran 36 DPD ASITA bersama para pendukung kegiatan tentu membawa nilai ekonomis.
“Katakan dari setiap DPD yang hadir mendatangkan lima ribu orang untuk bertransaksi. Setiap orang transaksi Rp3 juta, tinggal mengalikan ada sebanyak 36 DPD,” ujar Samsul. (luc/kun)






