Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Jawa Timur (Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin menjelaskan konsep 4 pilar literasi digital saat menjadi narasumber dalam acara Festival Literasi Digital di Alun-alun Ponorogo pada Minggu (3/9/2023) malam.
Keempat pilar literasi digital tersebut meliputi etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Dengan pemahaman yang kuat terhadap 4 pilar literasi digital ini, diharapkan masyarakat dapat menggunakan teknologi digital secara positif dan produktif, serta berkontribusi pada kemajuan ekonomi di masa depan.
Sherlita menjelaskan etika digital sebagai kemampuan individu untuk menyadari, menyesuaikan diri, dan menerapkan norma-norma perilaku yang berlaku dalam dunia digital. Tujuannya adalah memastikan bahwa tindakan di dunia digital tidak menyakiti orang lain.
“Sebagai contoh, ketika kita membagikan sesuatu di dunia digital, kita harus memastikan bahwa tindakan tersebut tidak akan membahayakan orang lain,” ungkapnya.
Pilar budaya digital menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital untuk menyatukan masyarakat dan mendorong persatuan, bukan memecah belah. Ini melibatkan cara berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi secara sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita harus menggunakan digitalisasi ini sebagai sarana untuk menyatukan, bukan memecah belah,” ujar Sherlita dengan senyum.
Keterampilan digital mencakup kemampuan individu untuk menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dalam lingkungan digital.
BACA JUGA:
Benarkah Barongan Reog Terbuat Dari Kulit Harimau? Begini Penjelasan Bupati Ponorogo
Kemudian, keamanan digital berkaitan dengan kemampuan individu untuk melindungi diri dari potensi risiko di dunia digital, seperti menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama KTP, dan tidak membagikan informasi login media sosial (medsos) kepada orang lain.
“Sangat penting untuk menjaga keamanan data pribadi, termasuk identitas KTP, dan tidak memberikan username serta password medsos kepada orang lain,” pungkas Sherlita. [end/beq]






