Jember (beritajatim.com) – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jember, Jawa Timur, siap bersinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian daerah. Mereka senang karena Bupati Muhammad Fawait akan membuka pintu lebar untuk investasi.
“Bupati Gus Fawaid menyampaikan, Kadin Jember akan diberikan karpet pink (merah muda) secara khusus, untuk mengundang dan mengajak rekan-rekan Kadin seluruh Indonesia bersama pengusaha lain untuk berinvestasi di Jember,” kata Rendra Wirawan, Ketua bidang UMKM, Koperasi dan ekonomi Kreatif Kadin Jember, Rabu (26/3/2025).
Menurut Rendra, pernyataan Fawait ini disampaikan dalam audiensi dengan pengurus Kadin Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (24/3/2025) kemarin. Fawait juga menyambut baik gagasan Kadin Jember untuk membentuk forum komunikasi pengusaha yang secara rutin memastikan keberlanjutan sinergi dan kolaborasi dalam waktu jangka panjang.
“Bupati mengundang seluruh elemen, termasuk Kadin Jember, untuk bersama-sama membangun daerah. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha akan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Rendra.
Kadin Jember sendiri memiliki sejumlah prioritas kegiatan. Khusus untuk pelaku usaha mikro kecil menengah, Kadin Jember meluncurkan program Cinta UMKM dan UMKM Pintar Packaging. “Tujuannya agar para UMKM terpantau keberadaanya dan pintar membuat packaging kemasan secara gratis,” kata Rendra.
Bahkan, Kadin Jember menyiapkan program sertifikasi. Rendra menegaskan keinginan untuk membantu pemeritah dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten,
Sementara untuk mengurangi angka pengangguran, Kadin Jember menyelenggarakan Kadin Job Fair. Sementara untuk santri, Kadin Jember melaksanakan Cinta Santri Enterpreneur yang ingin menguatkan kemandiriian semangngat wirausaha bagi santri di Jember,
“Kami juga memiliki program Cinta Eksport untuk meningkatkan produk lokal Jember agar go internasional dan menambah pendapatan asli daerag jember,” kata Rendra.
Kadin tak melupakan kelompok rentan. “Kami memiliki program Kadin Cinta Kelompok Rentan yang memberikan ketrampilan dan pelatihan kepada kelompok rentan, agar lebih mandiri,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.
Terakhir, Kadin Jember memperkenalkan program Cinta Balita dan Cinta Posyandu. Dengan kegiatan ini, lanjut Rendra, Kadin akan ikut memenuhi gizi balita dan memberikan pelatihan public speaking kepada petugas posyandu agar bisa mendekati masyarakat dan mengurangi tengkes.
Kadin Jember sendiri berharap Peraturan Bupati Nomor 100/407/2024 tentang Tim Kordinasi Daerah Vokasi (TKDV) segera diwujudkan. Tujuannya untuk ketersediaan pasar tenaga kerja yang profesional di Jember.
Ketua Kadin Jember Abdul Kholik melihat potensi besar di Jember yang perlu dimaksimalkan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Dunia usaha siap bersinergi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berdaya saing. Kami juga memberikan apresiasi kepada Bupati Jember terkait program Wadul Gus e yang ini akan memberikan kepastian kepada pengusaha Jember untuk satu pintu dalam perizinan dan tidak banyak jendela ke depannya,” katanya. [wir]






