Sampang (beritajatim.com) – Awal tahun 2023, Kabupaten Sampang yang berada di Pulau Madura, masih menjadi wilayah termiskin di Provinsi Jawa Timur. Koordinator Fungsi Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, Wahyu Wibowo membenarkan, bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sampang, merupakan tertinggi di wilayah Jatim.
Namun, tiap tahun angka kemiskinan terus berkurang dampak dari meningkatnya ekonomi serta program pemerintah untuk membantu warga. “Angka kemiskinan di Sampang masih tinggi dibanding daerah lainnya di Jawa Timur,” terangnya, Rabu (1/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-sampang”]
Ia menjelaskan penduduk yang dikatakan yaitu pengeluaran per orang dalam satu bulan rata-rata Rp. 350.000 ribu. “Kami menghitung dari pengeluaran kebutuhan pokok dari setiap orang di dalam keluarga,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa angka kemiskinan dengan peringkat 38 atau terbawah di Jatim yaitu Sampang sebanyak 21,61 persen. Kemudian Kabupaten Bangkalan di peringkat ke 37 dengan total persentase 19,44 persen. Setelah itu di peringkat 36 yakni Kabupaten Sumenep dengan jumlah presentase 18,76 persen serta Probolinggo di peringkat ke 35, dengan persentase kemiskinan 17,12 persen.
Terpisah, menurut Aulia Rahman, anggota DPRD Sampang, menjelaskan. Bahwa, tingginya angka kemiskinan ini merupakan bentuk kegagalan Pemerintah yang belum bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Program bantuan kepada warga miskin tidak sepenuhnya menjadi jurus yang ampuh untuk mengentaskan kemiskinan.
“Kemiskinan ini menjadi tanggungjawab kita bersama, hal yang paling dibutuhkan sebenarnya bukan bantuan langsung tunai, tetapi bagaimana pemerintah setempat bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menggandeng investor masuk ke Sampang,” tegas Aulia.
Politisi Demokrat ini mengatakan, terkait dengan pengentasan kemiskinan, yang paling berdosa adalah pemerintah khususnya Pemkab Sampang. Sebab, banyak program yang mengatasnamakan rakyat tetapi sampai saat ini masih saja menyandang predikat Kabupaten termiskin.
“APBD kita banyak tersedot oleh program pemerintah dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, sampai saat ini apa hasilnya kok Sampang masih miskin,” keluhnya.[sar/kun]






