Malang (beritajatim.com) – Libur Lebaran tahun 2023 ini, jumlah pengunjung pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mencapai 58.000 orang.
Kepala PD Jasa Yasa selaku Pengelola Pantau Balekambang, Husnul Hakim Syadad mengatakan, jumlah wisatawan itu jauh dari target yang dipatok.
“Ada penurunan jumlah pengunjung. Target kami sebenarnya untuk 7 hari sejak Idul Fitri yakni 100 ribu pengunjung. Tapi hingga kemarin dan hari ini, masih diangkat 58 ribu sampai 60 ribuan lah,” ungkap Husnul, Selasa (2/5/2023) siang pada beritajatim.com.
Husnul mengaku, ada penurunan jumlah wisatawan hingga mencapai 20 persen. Hal itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, akses jalan menuju wisata Pantai Balekambang dan sejumlah wisata Pantai Malang Selatan saat ini, cukup memprihatinkan.
“Jumlah pengunjung turun ini ada beberapa faktor ya. Pertama banyaknya tempat wisata saat ini, termasuk wisata pantai juga di Jawa Timur. Kedua, ya karena jalan menuju Pantai Balekambang ini banyak yang rusak. Sehingga wisatawan enggan datang,” beber Husnul.

Hal serupa juga dialami beberapa Pantai wisata yang masih satu garis dengan Pantai Balekambang. Rata-rata terjadi penurunan jumlah pengunjung.
Menurut Husnul, mayoritas pengunjung Pantai Balekambang selain dari masyarakat lokal, yakni berasal dari luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Blitar.
“Kami sempat bertemu dengan seluruh pengelola pantai wisata di Kabupaten Malang. Mereka juga mengeluhkan sepinya jumlah pengunjung karena faktor jalan menuju pantai, rusak dan sulit dilalui kendaraan,” tegas Husnul.
https://beritajatim.com/peristiwa/libur-lebaran-ribuan-wisatawan-kunjungi-pantai-balekambang-malang/
Husnul menambahkan, dari pertemuan dengan pengelola wisata Pantai dengan Bupati Malang beberapa waktu lalu, pihaknya sudah memohon agar jalan menuju pantai selatan Kabupaten Malang, untuk diperbaiki. Namun, karena job desk pengerjaannya masuk program nasional, melalui lobi-lobi akhirnya dibantu menutup jalan rusak menggunakan pasir dan batu.
“Saat bulan puasa kemarin kami terpaksa harus kerja bhakti, menutup jalan yang rusak menggunakan sirtu dan batu kapur bantuan dari Pemkab Malang. Namun karena intensitas hujan tinggi, ya hancur lagi terbawa air hujan,” Husnul mengakhiri. (yog/ted)






