Jombang (beritajatim.com) – Juleha (Juru Sembelih Halal) Jombang memberikan pelatihan penyembelihan hewan kurban. Hal itu dilakukan agar penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 1444 H dilakukan denga cara yang halal sesuai dengan syariat Islam.
Pelatihan dilakukan di sejumlah tempat di kecamatan berbeda. Pelatihan tersebut diawali pada 20 Mei 2023 di Kecamatan Tembelang. Kemudian berlanjut pada 2 Juni 2023 di balai desa Kendalsari Kecamatan Sumobito Jombang. Sejak itu setiap hari Juleha Jombang berkeliling memberi pelatihan di kecamatan-kecamatan lainnya.
“Terakhir kita lakukan pelatihan di Desa/Kecamatan Wonosalam nanti malam. Jadi selama Juni ini Juleha kegiatannya penuh. Keliling dari masjid ke masjid untuk memberikan pelatihan gratis tentang penyembelihan hewan kurban. Semalam kita di Masjid Baiturrahman Perumahan Mojongapit Indah,” ujar Irfan, salah satu pengurus Juleha Jombang, Senin (26/6/2023).
BACA JUGA:
Juleha Kabupaten Kediri Beri Pelatihan Juru Sembeli Halal dan Bersertifikat BNSP
Dalam pelatihan tersebut puluhan orang hadir. Mereka mengikuti materi yang disampaikan oleh Juleha secara seksama. Materi yang disampaikan meliputi teknik penyembelihan hewan, kemudian teknik handling (merobohkan hewan kurban), lalu teknih asah, dan pengenalan material bilah serta perawatannya.
Azhar Nurdin atau Bang Azh (34), yang memberikan materi tentang teknik penyembelihan hewan, menjelaskan, sebelum melakukan penyembelihan yang harus disiapkan alat pelindung diri meliputi helm, kacamata, masker, sarung tangan antisayat, apron, sepatu boot, scabbaard (tempat pisau), pisau, serta honing atau asahan.
Kalau memang tidak memiliki alat selengkap itu, lanjutnya, minimal memakai tiga alat. Yakni, pisau, sepatu boot, serta asahan. Sepatu boot ini sangat penting, karena bisa melindungi kaki kita dari injakan hewan. Yang penting lagi membawa pisau tajam serta asahan.
“Materi penyembelihan hewan kurban terdiri dari beberapa sub tema. Di antaranya, alat pelindung diri saat menyembelih hewan, persiapan penyembelihan, lalu penyembelihan itu sendiri, serta cek kematian,” katanya.

Selanjutnya, Nurkholis Rahmat Basuki (42) menyampaikan materi seputar teknik handling (merobohkan hewan kurban), teknih asah, dan pengenalan material bilah serta perawatannya. Agar memudahkan peserta, dalam paparan materinya Kholis membawa alat peraga berupa boneka hewan, tali, berbagai jenis pisau berikut asahannya.
“Tali atau tambang yang bagus untuk merobohkan hewan kurban adalah berbahan nilon. Karena kalau tali berbahan senar, teksturnya licin dan cenderung menyakiti hewan yang akan disembelih,” kata Kholis sembari mempraktikkan cara melilitkan tali tersebut di tubuh boneka yang digunakan sebagai alat peraga.
Irfan menambahkan, selama Juni 2023, sekitar 20 lokasi yang didatangi oleh Juleha Jombang. Dalam pelatihan tersebut Juleha tidak menarik biaya. Pesertanya rata-rata takmir masjid/musala yang ada di desa-desa. Bahkan Juleha juga diundang ke luar kota untuk memberikan materi serupa.
BACA JUGA:
Juleha, Pelatihan untuk Juru Sembeli di Kabupaten Mojokerto
Menurut Irfan, penyembelihan hewan kurban adalah titik krusial selama rangakaian perayaan Idul Adha. Karena proses itu sangat menentukan kehalalan daging hewan kurban. Namun permasalahan yang sering terjadi pada idul adha adalah terbatasnya tenaga penyembelih yang berkompeten.
“Pada akhirnya bermunculan tenaga-tenaga penyembelih dadakan yang tidak berkompeten dalam penyembelihan. Oleh karena itu, menjelang Idul Adha Juleha Jombang berkeliling untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada takmir masjid dan musala.
“Kita kemarin juga diundang ke Madiun untuk memberikan materi tentang penyembelihan hewan kurban. Bulan Juni ini ada sekitar 2020 titik lokasi. Nanti malam di Wonosalam Jombang. Semakin banyak takmir yang paham tentang penyembelihan yang halal dan toyibah, maka penyediaan daging kurban yang halal dan baik bisa terlaksana,” pungkas Irfan. [suf]






