Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki musim haji, banyak calon jemaah haji di Kabupaten Lamongan mulai menukarkan uang Rupiah ke mata uang Riyal Arab Saudi sebagai bekal untuk kebutuhan transaksi selama di Tanah Suci. Permintaan tinggi terhadap pecahan kecil menjadi tren utama dalam proses penukaran uang tersebut.
Ahmad, seorang petugas penukaran uang Riyal, mengungkapkan bahwa dalam sehari ia bisa melayani antara 15 hingga lebih dari 50 transaksi penukaran. Ia sengaja hanya menyediakan pecahan kecil yakni 5 dan 10 Riyal, karena jenis ini yang paling banyak diminati oleh para jemaah.
“Pecahan kecil paling dicari, karena lebih mudah ketika digunakan berbelanja selama berada di Tanah Suci,” katanya.
Menurut Ahmad, tren penukaran mulai meningkat menjelang keberangkatan jemaah ke asrama haji. Puncaknya bisa terjadi ketika para jemaah telah berada di asrama, dengan nilai penukaran yang bisa mencapai Rp80 juta per hari.
“Dengan kurs yang berlaku saat ini, satu Riyal setara dengan Rp5000,” tuturnya.
Penukaran uang Riyal, khususnya dalam bentuk pecahan kecil, menjadi kebutuhan penting bagi jemaah untuk keperluan sehari-hari selama menjalankan ibadah haji. Adanya jasa penukaran uang seperti yang dilakukan Ahmad dinilai sangat membantu kelancaran persiapan keberangkatan jemaah asal Lamongan. [fak/beq]






